Zakat Usaha | Bagaimana Perhitungan Zakat Usaha

By | 24/07/2018

Perhitungan Zakat Usaha

Setiap harta harus di zakatkan termasuk harta hasil usaha perniagaan atau hasil usaha, hasil berniaga harus dizakatkan. Besar zakatnya 2,5 % dikeluarkan sesudah dikurangi utang, jika sudah mencapai nisab & serta mencapai haulnya. Zakat perniagaan atau zakat usaha adalah zakat yang dikeluarkan berdasarkan harta perdaganan atau usaha nya. Sedangkan harta niaga merupakan harta atau aset yg diperjualbelikan menggunakan maksud untuk mendapatkan keuntungan.

Dengan demikian maka pada harta niaga harus ada 2 motifasi:  Motifasi untuk berbisnis (diperjualbelikan) & Motifasi menerima keuntungan Apabila tidak terdapat dua motifasi tadi maka belum termasuk dalam harta atau aset niaga. Hal yang krusial buat diperhatikan pada menghitung zakat perniagaan adalah membedakan antara aset niaga & bukan aset niaga. Apabila termasuk aset niaga maka harus dizakati tetapi apabila bukan termasuk maka tidak harus dizakati.

Contohnya adalah, Ahmad menjual rumah atau tanah hanya sekali saja atau membeli tanah tidak untuk
diperjualbelikan melainkan hanya untuk saving saja maka tidak termasuk aset niaga oleh karenanya tidak wajib dizakati. Tetapi jika menjual atau membeli rumah kemudian beli untuk dijual lagi dan begitu seterusnya dengan 2 motifasi tersebut di atas, maka yang demikian itu termasuk harta niaga oleh karenanya wajib dizakati.

Di antara yang termasuk aset perniagaan adalah tanah yang diperjualbelikan, aset yang belum terjual
seperti aset inventori yang barangnya masih di dalam gudang.

Hal ini seperti yang ada di dalil berikut ini :

“Ambillah dari sebagian harta orang kaya sebagai sedekah (zakat), yang dapat membersihkan harta mereka dan mensucikan jiwa mereka, dan do’akan lah mereka karena sesungguh nya do’amu dapat memberi ketenangan bagi mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.” (At Taubah: 103)

perhitungan zakat usaha

Cara Menghitung Zakat Perniagaan atau zakat usaha
(Modal diputar + keuntungan + piutang) – (hutang + kerugian) x 2,5% = Zakat
Contoh :
Bapak Andi seseorang pedagang kelontong, walaupun tokonya nir begitu akbar dia mempunyai aset (kapital) sebanyak Rp20.000.000,. Ia mendapatkan keuntungan bersih sebanyak Rp3.000.000,- /bulan. Usaha itu beliau mulai pada bulan Januari 2011, sehabis berjalan 1 tahun, ia mempunyai piutang yg bisa dicairkan sebanyak Rp3.000.000,- & hutang yg wajib beliau bayar pada bulan tadi sebanyak Rp5.000.000 Berapa zakat yg harus Bapak Andi bayar ?

Asumsi harga emas adalah Rp500.000/gram
Jawab :
Ketentuan zakatnya:
1. Zakat dagang dianalogikan pada zakat emas, nisabnya adalah 85 gram emas, mencapai haul & dengan tarif 2,5%.
2. Aset atau kapital yg dimiliki =Rp20.000.000,-
3. Keuntungan setiap bulan = Rp3.000.000,- x 12 = Rp36.000.000,-
4. Piutang sejumlah = Rp3.000.000,-
5. Hutang sejumlah = Rp5.000.000,-
Penghitungan zakatnya adalah:
(Modal + laba + piutang ) – (hutang ) x 2,5%= zakat
(20.000.000 + 36.000.000 + 3.000.000) – (5.000.000,-) = 54.000.000 x 2,5% = Rp 1.35.000,-

Jadi zakatnya merupakan Rp1.350.000,-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *