Tunaikan Distribusi Hewan Qurban Wilayah Konflik: Tim Global Qurban Tiba di tengah Pengungsi Suriah dan Somalia

By | 23/09/2015

Global Qurban Ke Suriah dan Somalia

Sehari menjelang pelaksanaan ibadah qurban tahun 2015, seluruh tim Global Qurban Aksi Cepat Tanggap tengah bergerak sigap ke berbagai penjuru arah. Visi utama untuk menebarkan manfaat Global Qurban hingga ke seluruh wilayah yang paling membutuhkan, baik di dalam negeri maupun melintas batas negara tetap harus diperjuangkan.

Komitmen melayani seluas mungkin penyandang krisis kemanusiaan, setidaknya sebagai ikhtiar meresonansi nestapa dunia, mendorong Aksi Cepat Tanggap terus merambah kawasan globalnya. Bersama Global Qurban (GQ), distribusi kurban tahun ini, tetap konsisten menyapa ‘titik panas’ krisis di berbagai penjuru dunia. Konflik Suriah dan Somalia adalah target utama yang tak boleh luput sedikitpun. Ekskalasi konflik di dua wilayah panas itu makin hari makin menampar keras nurani kemanusiaan masyarakat dunia.

Dengan mengusung tagline ‘Berbagi Qurban, Berbagi Kebahagiaan’, Tim Global Qurban dari Aksi Cepat Tanggap perlahan telah menunaikan amanah untuk membahagiakan para pengungsi Rohingya. Seribu lebih Rohingya sejak pertengahan tahun ini telah nyaman bermukim mencari perlindungan di tengah-tengah rutinitas masyarakat Provinsi Aceh. Etnis yang terusir dari negerinya sendiri ini dipastikan akan bersama-sama menikmati daging qurban sekaligus hidangannya dalam acara Kenduri Hari Raya di ICS Blang Adoe, Kuta Makmur, Aceh Utara.

Selain pengungsi Rohingya, hewan qurban amanah dari para pequrban di tahun ini pun didistribusikan untuk para pengungsi Suriah. Ratusan ribu hingga jutaan pengungsi Suriah hari ini masih tersebar di beberapa negara yang menampung kehadiran mereka. Global Qurban tahun ini menyiapkan tandem dua tim dengan program relief bertajuk #LetsHelpSyria. Dua tim berangkat masing-masing ke perbatasan Turki-Suriah dan ke negeri Jerman, tanah Eropa yang menjadi sasaran para pengungsi Suriah di gerbang Eropa.

Selasa (22/9) kemarin, Tim SOS Syria dari Aksi Cepat Tanggap tengah berada dalam perjalanan menuju kota dekat perbatasan Turki-Suriah untuk menunaikan pemotongan hewan qurban bagi pengungsi Suriah yang tinggal di kamp-kamp pengungsian perbatasan.

“Alhamdulillah kami sudah tiba di Turki Senin (21/9) pagi kemarin, keesokan harinya, (Selasa, 23/9) kami dalam perjalanan menuju kota Hatay, sebuah kota di dekat perbatasan Suriah di sebelah barat daya Turki. Di sana ada satu kamp yang mayoritas berisi anak-anak yatim piatu dan perempuan korban kekerasan seksual,” tutur Bambang Triyono langsung dari Turki.

Perjalanan dari Istanbul, Ibukota Turki menuju kamp pengungsian Suriah di Hatay ditempuh menggunakan pesawat berdurasi 1,5 jam, usai itu masih disambung lagi dengan jalur darat selama 4 jam.

Sedangkan Tim Jerman, yang digawangi seorang diri oleh Hastrini, akan langsung menuju kota Hamburg untuk menyapa ratusan ribu pengungsi Suriah. Selama beberapa pekan terakhir, kota-kota di Jerman disesaki oleh membludaknya arus pengungsi dari Suriah. Bersama perwakilan ACT untuk Eropa, Hastri melakukan penjajakan sekaligus implementasi bantuan (relief) bagi pengungsi Suriah yang ada di beberapa kamp di Jerman dan sekitarnya.

Sementara itu, seperti tahun-tahun sebelumnya GQ juga masih menyambangi benua Afrika. Satu negara yang masih perlu mendapatkan perhatian karena belum juga usai terjebak dalam perang saudara bertahun-tahun adalah Somalia. Berbarengan dengan Tim Suriah, Tim Somalia yang diawaki oleh Rudi Purnomo dan Mukhti, Senin malam kemarin (21/9) langsung menuju Mogadishu setelah transit di Turki selama 18 jam. Di tanah Turki, Tim Suriah dan Tim Somalia berpisah jalan mengikhtiarkan amanahnya masing-masing.

Baca juga : jual hewan kurban

(bams) (cal)

img : money.ro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *