Siaga Kekeringan, Setidaknya El Nino akan Tetap Menguat hingga Desember

By | 12/08/2015

El Nino Menguat di Indonesia

Merenungi musim kemarau panjang di Indonesia, jika melihat ke belakang, setidaknya sudah sejak Maret lalu kemarau kering nan tandus ini melanda negeri. Hingga hari ini pun, kemarau masih terjadi, bahkan puncak panas teriknya diperkirakan belum akan terjadi hingga akhir Agustus nanti.

Seperti yang dikutip dari laman Antaranews, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya menyatakan El Nino sebagai biang keladi panjangnya musim kemarau di Indonesia pada 2015 ini setidaknya akan terus menguat dan terus menguat, dan mencapai puncaknya dengan suhu temperatur tinggi tanpa curah hujan pada dua bulan ke depan, atau sekitar akhir Oktober.

Jika dibandingkan dengan gejala El Nino yang juga sempat melanda di tahun lalu, musim kemarau lengkap dengan derita kekeringan di tahun ini akan lebih panjang fasenya. Imbasnya jelas, awal musim hujan di periode iklim 2015/2016 akan mengalami kemunduran.

Kondisi kemarau panjang yang cukup mengkhawatirkan ini secara langsung memang disebabkan oleh gejala El Nino, yaitu fenomena alam tentang penyimpangan yang terjadi pada suhu permukaan laut yang melebihi suhu harian rata-rata di kawasan Samudera Pasifik yang luas sekitar Ekuator. Karena suhu yang menghangat di wilayah Samudera Pasifik inilah yang meniupkan awan hujan menjauh dari wilayah Indonesia.

Hingga hari ini, El Nino masih berada dalam level moderate, dan diprediksi akan terus menguat di sekitar wilayah kawasan Indonesia terutama di wilayah timur mulai dari Agustus bahkan hingga Desember 2015!

Namun ternyata, sepanjang Agustus hingga Desember tahun ini El Nino tak hanya membawa efek kekeringan saja, El Nino pun memberikan dampak mendinginnya suhu muka laut di beberapa wilayah Indonesia, seperti Sumatera bagian barat, Jawa bagian selatan, Sulawesi dan Maluku bagian utara. Serta memberikan keberkahan positif bagi sektor kelautan disebabkan suhu muka laut wilayah Indonesia yang dingin sehingga dapat menambah populasi ikan yang nantinya dapat meningkatkan tangkapan ikan.

Untuk diketahui, El Nino jelas berbeda dengan aliran gelombang panas yang sedang ngetren melanda beberapa wilayah di Asia Tengah seperti Iran, Irak, Pakistan, dan India. Untuk gelombang panas di wilayah Asia rata-rata disebabkan oleh angin kering dan panas yang dibawa dari Perairan laut di semenanjung Arab. Sedangkan El Nino di Indonesia, berdampak kekeringan yang memperpanjang waktu musim kemarau. Prakiraan lama waktu dampak bagi Indonesia berkisar 4- 5 bulan.

BMKG dalam rilisannya yang dikutip dari Antaranews mengatakan gelombang panas di Asia Tengah lebih terkait dengan fenomena cuaca yang diindikasikan oleh kenaikan suhu lokal secara signifikan dalam waktu singkat (3-7 hari). (CAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *