Setelah El Nino, Ini 2 Ancaman Bencana La Nina di Tahun 2016

By | 21/12/2015

Potensi Bencana 2016

Setahun terakhir, masyarakat Indonesia sepertinya mulai akrab dengan isu fenomena El Nino. Sebabnya satu, musim kemarau ekstrem dan bahkan disebut-sebut sebagai musim kemarau terburuk di Indonesia terjadi pada tahun 2015 lalu diduga kuat akibat dari pengaruh fenomena El Nino.

Selama pertengahan tahun 2015 hingga akhir tahun, El Nino membuang jauh potensi terbentuknya awan hujan di langit Indonesia. Akhirnya musim kemarau terpanjang dan terburuk sepanjang sejarah Indonesia pun tercipta, dampaknya melebihi musim kemarau buruk yang terjadi di tahun 1997 silam.

Kini, hujan sudah mulai deras membasahi tanah Indonesia. Tanda dari El Nino akan segera berakhir. Kemarau dan kekeringan parah akan digantikan oleh musim hujan deras. Lengkap dengan intensitasnya yang rutin, sejak pagi hingga malam hari.

Namun setelah El Nino berakhir bukan berarti masyarakat Indonesia bisa berdiam sejenak mengurangi kewaspadaannya terhadap bencana. Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, tahun 2016 mendatang bencana jenis hidrometerologi atau bencana akibat limpahan air dan fenomena angin kencang akan mengancam hampir seluruh wilayah Indonesia.

Penyebabnya satu, setelah El Nino berakhir, kini Indonesia sedang menunggu datangnya kembaran El Nino, yakni La Nina. Jika El Nino berarti “anak laki-laki kecil”, La Nina punya arti “anak gadis kecil”. Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, fenomena La Nina berawal dari menguatnya Angin Pasat Tenggara, sedangkan suhu muka air laut di Samudera Pasifik sebelah barat lebih hangat daripada suhu tropis di Timur Pasifik yang berada pada kondisi lebih dingin.

Akibat dari pola suhu permukaan laut yang seperti itu, atmosfer tropis di wilayah barat Pasifik mengalami penguapan air dengan kadar yang lebih tinggi. Karena penguapan air laut yang tinggi, maka kemungkinan untuk munculnya awal Cumulus sebagai awan pembawa hujan pun menjadi semakin meningkat

Berikut adalah jenis dua ancaman bencana yang berpotensi ditimbulkan oleh fenomena La Nina khususnya di Indonesia:

  1. Potensi hujan deras dan curah hujan tinggi sejak Januari 2016

Setelah melewati derita kemarau panjang di tahun 2015 ini, BMKG memberikan catatan khusus bahwa apa yang terjadi di tahun 2016 akan menjadi anomali cuaca yang ekstrem pula. Kali ini adalah kebalikan dari musim kemarau terik. Jika sesuai dengan prediksi BMKG, fenomena La Nina di tahun 2016 bisa meningkatkan risiko hujan deras. Imbasnya risiko banjir tak bisa dicegah lagi. Terlebih, mengingat banyak sekali ribuan kilometer sungai di Jawa khususnya yang belum memiliki tanggul. Sehingga saat hujan deras, air akan mudah melimpah dan menjadi banjir.

  1. Potensi tanah longsor dan puting beliung

Bencana hidrometeorologi di tahun 2016 mendatang akan makin bertambah risikonya akibat fenomena La Nina. Data dari Kementerian Ristek menunjukkan bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang paling sering terjadi yaitu 53,3 persen dari total kejadian bencana di Indonesia. Selain membawa banjir, fenomena La Nina tahun 2016 mendatang juga terancam mendatangkan risiko tanah longsor dan puting beliung. Dari BNPB dilansir, selama 2016, wilayah di Indonesia yang paling berpotensi terjadinya banjir, longsor dan puting beliung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Untuk prediksi tahun 2016 mendatang, terdapat 274 kabupaten/kota yang terancam bahaya longsor. (cal)

img : merdeka.com

One thought on “Setelah El Nino, Ini 2 Ancaman Bencana La Nina di Tahun 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *