Setahun lalu, Global Qurban Sebarkan Bahagia hingga Wilayah tak Berlistrik Pelosok Jawa Barat

By | 18/09/2015

Distribusi Qurban Global Qurban

Jalanan belum bisa dilalui kendaraan roda empat, itupun harus dengan ojek melintasi tanjakan terjal berbatu dan kiri-kanannya jurang. Bagi yang belum terbiasa, serasa menyabung nyawa melintasinya.

Dusun Cilingga bisa menjadi fakta timpangnya pembangunan negeri ini. Tasikmalaya adalah wilayah kabupaten yang sesungguhnya tak jauh dari kedudukan para pengambil kebijakan, mengapa masih ada wilayah yang kalis dari “gurihnya” menikmati hasil pembangunan?

Jadilah warga Dusun Cilingga bergelap-gelapan di saat tetangganya di Desa Cipicung terang dengan listrik. Mereka terpaksa menerangi malam hari dengan lampu minyak, lampu petromax, atau jika ada yang mampu, bisa nikmati terang listrik dari generator listrik berbahan bakar solar.

Entah mengapa listrik tak kunjung masuk di sini. Tetapi sejumlah teori dari masyarakat sekitarnya yang paling shahih, akses ke Cilingga luar biasa susah adalah sebab utama mengapa setahun lalu, listrik dari Perusahaan Listrik Negara hanya angan kosong di Cilingga. Global Qurban yang meliput prosesi distribusi daging qurban untuk masyarakat Tasik, merasakan sulitnya menjangkau Dusun Cilingga.

Jika ditarik garis lurus, Cilingga hanya terpaut kurang lebih 90 kilometer dari Kota Tasikmalaya. Satu setengah jam perjalanan dari kota Tasik menyusuri lintas Karang Nunggal-Cipatujah kemudian berbelok mengambil arah ke Kecamatan Culamega.

Dari Culamega, kendaraan roda empat tak berdaya menapaki jalur curam Culamega-Cilingga. Motor bebek atau berjalan kaki adalah pilihan yang tak bisa dielak. Kelok tajam, turun dan naik hampir membentuk sudut 45-60 derajat kemiringan, dengan tebing curam dan kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, licin, cukup untuk membangkitkan adrenalin hingga ke titik puncaknya.

Untuk tahun lalu, distribusi qurban hingga ke CIlingga, Tim Global Qurban dibantu warga Cintabodas membawa empat ekor kambing qurban yang diangkut di atas satu motor, sebelumnya kambing qurban telah disembelih di Desa Cintabodas. Butuh sekitar satu jam perjalanan melepas adrenalin menapaki lintasan ekstrem Culamega-Cilingga. Setiba di Cilingga, sambutan senyum syukur merekah dari beberapa warga Cilingga yang kebetulan sedang berada di luar rumah.

“Alhamdulillah, kami haturkan terima kasih atas bantuan qurban dari Global Qurban ACT. Akhirnya ada kebahagiaan untuk kami masyarakat di Cilingga, yang tadinya tidak ada, akhirnya sekarang kami bisa makan daging di hari qurban. Betul-betul saya terima dengan senang hati, semoga bermanfaat bagi yang menerima dan semoga bermanfaat bagi yang memberinya,” ucap syukur dari Sugiyanto, seorang warga pendatang dari Jawa Timur yang menjadi tokoh masyarakat di Cilingga. (CAL)

img : globalqurban.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *