Setahun lalu, Global Qurban Distribusi Qurban hingga ke Pulau Seram, Maluku

By | 20/09/2015

Distribusi Qurban Ke Pulau Seram

Hampir satu tahun lalu, kebahagiaan dalam nuansa ibadah qurban masih terekam dalam benak. Distribusi qurban yang melintasi daerah terpencil di Indonesia bahkan hingga melewati garis batas bangsa sukses dilakukan oleh Global Qurban, lembaga pelopor distribusi qurban pertama kali di Indonesia yang menyasara pada wilayah paling membutuhkan.

Tahun lalu, satu wilayah tertinggal dan terpencil di negeri ini yang menjadi target distribusi Global Qurban ada di Kabupaten Seram Bagian Timur, Pulau Seram, Provinsi Maluku. Di lokasi ini, visi Global Qurban, Aksi Cepat Tanggap tuntas tertunaikan.

Hasan Rumata, relawan Global Qurban di Kabupaten Seram Bagian Timur tak kuasa menahan haru dan bahagia. Masih teringat rona bahagia kaum papa di wilayahnya pada hari tasyrik pertama dan kedua di Idul Adha 1435 Hijriyah setahun lalu. Kala itu akhirnya mereka bisa menyantap daging sapi. Walau memang, sapi bukan hewan asing untuk mereka. “Tapi untuk menyantapnya, mereka berpikir berkali-kali, sapi barang mahal. Lebih baik kalau punya sapi, dijual, bukan untuk konsumsi sendiri,” jelas Hasan Rumata.

Setahun lalu, di Kabupaten Seram Bagian Timur, tiga kecamatan menjadi sasaran pendistribusian hewan qurban oleh Global Qurban. Wilayah yang menjadi target distribusi ada di Kecamatan Bula Barat, Bula, dan Teluk Waru. “Di sini, kami memotong 20 sapi dengan berat melebihi 200 kilogram per ekornya,” jelas Hasan.

Hasan merinci, dari 20 sapi itu, dua ekor dari Lembaga Amil Zakat Yaumil Bontang, satu ekor dari Global Islamic School Condet (Jakarta), lima ekor dari Hayrat (NGO Turki) dan 12 ekor dari pequrban perorangan.

Pada distribusi ibadah qurban tahun lalu, enam ekor sapi dipotong di Kecamatan Bula; lalu Bula Barat menerima 12 ekor dan kemudian dua ekor lagi di Teluk Waru. “Kala itu Tim GQ-ACT di Seram Bagian Timur, didukung limabelas relawan. Karena wilayahnya amat luas dan langsung berhadapan dengan tranportasi laut lintas pulau. Distribusi sempat menghabiskan waktu yang cukup lama hingga hari tasyrik terakhir,” ujar Hasan.

Seorang ibu mewakili penerima manfaat Global Qurban di Seram Bagian Timur mengatakan,
”Ami a ucapkan terimakasi tura ami sanang pasaali nai nina baba si donatur ACT yang tiap tahun da bantu ami Qurban na. Semoga tahun tahun bomari woun ami bisa aro`a woun.”

“Kami ucapkan terima kasih dan bahagia sekali kepada ibu dan bapak donatur ACT yang setiap tahun membantu kami dengan memberikan hewan qurban. Semoga tahun tahun mendatang kami mendapat bantuan lagi.”

Buncahan kebahagiaan itu masih terngiang hingga kini, menebar energi positif bagi pegiat Global Qurban Aksi Cepat Tanggap 2014. Sebaris kata, terlekat di benak, “ami sanang pasaali nai nina baba”, kami senang dan bahagia sekali, ibu bapak. Qurban kita bahagiakan warga dunia, termasuk warga di Seram Bagian Timur.

(CAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *