Sekjen PBB: Pemukiman Israel di Palestina Sebuah Penghinaan Berat

By | 31/01/2016

A Palestinian protester climbs Israel's controversial separation barrier during clashes with Israeli security forces following a demonstration against Israeli settlements and its separation wall, in the West Bank village of Nilin near the Jewish settlement of Hashmonaim (background), on May 31, 2013. AFP PHOTO/ ABBAS MOMANIABBAS MOMANI/AFP/Getty Images

Awal tahun 2016 ini konflik antar Palestina dan Israel terancam memanas kembali. Pemicu utamanya adalah tindakan semena-mena pemerintah Israel yang secara terang-terangan mengatakan akan melanjutkan proses pembangunan pemukiman bagi penduduk Israel di wilayah Tepi Barat . Padahal secara legal tanah Tepi Barat adalah tanah berdaulat dari Palestina.

Bahkan beberapa pekan lalu di pertengahan Januari 2016, Israel merilis pernyataan akan mengambil alih ratusan hektar lahan pertanian subur di Tepi Barat. Selain itu Israel mengaku berhak untuk mengusir petani Palestina yang setiap harinya memanfaatkan ladang subur ratusan hektare itu sebagai penyambung hidup dengan bertani.

Akhirnya, setelah melihat perkembangan perlakuan semena-mena Israel yang terus mencaplok kedaulatan Palestina di Tepi Barat, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon menyatakan dengan tegas bahwa aktiitas pemukiman dan pencaplokan lahan pertanian Israel di Tepi Barat adalah tindakan provokatif yang menghina warga Palestina. Sebuah penghinaan besar bagi kedaulatan dan kemanusiaan Palestina.

Mengutip dari pemberitaan CNN, Ban Ki Moon mengecam keras ulah Israel di Tepi Barat, menurutnya aksi provokatif yang dilakukan oleh Israel sangat buruk dan berpotensi mengundang konflik untuk kesekian kalinya antara Palestina dan Israel. Ban Ki Moon mengecam bahwa Aktivitas permukiman berkelanjutan dari penduduk Israel di Tepi Barat adalah penghinaan bagi warga Palestina dan masyarakat internasional

Ban Ki Moon pun secara khsusus mempertanyakan komitmen Israel untuk mengelola jalan solusi antara Palestina dan Israel.

Bahkan selain atas nama PBB, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB pun mengatakan kecamannya dengan pendirian terus menerus pemukiman Israel di Tepi Barat. Masih dikutip dari CNN, Samantha Powers Duta Besar AS untuk PBB mengaku geram dengan Israel dengan terus dilanjutkannya proses pemukiman Israel di Tepi Barat.

Untuk diketahui, hingga tulisan ini diturunkan, sudah ada sekitar 550 ribu lebih pemukiman Yahudi di atas Tepi Barat dan Yerussalem Timur. Padahal lokasi tempat berdirinya pemukiman ini merupakan tanah hak milik Palestina.

Sementara itu, setelah kecaman dan kritikan keras dari Dewan Keamanan PBB, pembelaan datang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurut Benjamin tindakan Israel di atas Tepi Barat sah-sah saja. Sebab menurut pandangan Israel, “Palestina itu tak akan mendekalarasikan kemerdekaan, Palestina malah ingin menghancurkan negaranya sendiri”. Sebuah tuduhan yang keji dan kejam dari Israel.

Kemudian, Israel pun menuduh bahwa kini Ban Ki Moon dan PBB hanya “mendukung terorisme”. Palestina memang dianggap sebagai ancaman terorisme oleh Israel. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *