Sejarah Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Kota Palu

By | 01/06/2015

Sejarah Gempa PaluKota Palu, Sulawesi Tengah menjadi wilayah di Indonesia Timur yang berada dalam jalur rawan gempa bumi dan tsunami. Bentangan permukaan alam di Palu, Parigi Moutong, dan sekitarnya yang berbukit dan gunung-gunung merupakan bukti fisik betapa aktifnya aktivitas seismik di bawah permukaan kota Palu.

Struktur batuan penyusun di bawah kota Palu pun pada umumnya terbentuk oleh satuan batuan berumur dari zaman pra tersier. Batuan zaman sebelum tersier relatif sudah lapuk dan mudah mengalami perubahan susunan. Hal inilah yang menyebabkan efek guncangan gempa di Kota Palu dapat sangat terasa walaupun kekuatan gempanya mnim.

Bagi warga Kota Palu dan sekitarnya, Mempelajari aktivitas kebencanaan dan membincangkan urusan antisipasi dan kesiapasiagaannya dapat dilakukan sedini mungkin mulai dari menilik catatan sejarah yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Berikut adalah catatan sejarah bencana gempa bumi dan tsunami dahsyat yang pernah meluluhlantakkan wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

Catatan pertama adalah gempa bumi dan tsunami Palu pada 1 Desember 1927. Kala itu, gempa dangkal yang belum sempat tercatat magnitudonya mengguncang wilayah Teluk Palu akibat pergerakan sesar Palu Koro. Guncangan gempa dahsyat ini menjalar hingga ke wilayah timur Palu sejauh hingga 230 km dari episentrum. Selain kerusakan masif, gempa ini pun memicu gelombang tsunami setinggi 15 meter. Berdasarkan catatan dari berbagai sumber, populasi penduduk yang masih sedikit tak berdampak mematikan, gempa dan tsunami dahsyat yang sempat meluluhlantakkan Pelabuhan Talise di Teluk Palu ini “hanya” mengakibatkan 15 orang tewas dan 50 orang luka-luka

Kejadian gempa bumi dan tsunami kedua yang menerjang Pulau Sulawesi di awal abad 19 terjadi pada 20 Mei 1938. Kejadian gempa bumi ini lebih dahsyat dibandingkan pada bencana gempa bumi di tahun 1927. Kala itu, guncangan bahkan dirasakan menjalar hingga ke seluruh wilayah daratan di Pulau Sulawesi dan bagian timur Pulau Kalimantan. Kawasan Teluk Kota Parigi Moutong di Timur Kota Palu menjadi lokasi yang paling hancu terdampak bencana. Tsunami menggulung wilayah Parigi, merobohkan 900 lebih rumah warga dan menewaskan 16 orang di pesisir Parigi. Dermaga, Mercusuar, dan Pohon Kelapa di pesisir Parigi hancur total terhempas tsunami akibat patahan di dasar laut.

Catatan berikutnya terjadi pada 14 Agustus di tahun 1968. Gempa bumi sebesar 6.0 skala richter kembali mengguncang akibat patahan Sesar Palu Koro. Memicu tsunami setinggi lebih dari 10 meter dan menewaskan sedikitnya 200 orang. Menurut berbagai catatan, bencana tsunami yang terjadi menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia ini melaju sejauh 500 meter dari garis pantai Kota Tambu, Sulawesi Tengah. (ijal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *