BMKG: Prediksi La Nina Pada April-Mei, Waspada Peningkatan Bencana Banjir

By | 19/02/2016

potensi-la-nina-banjirMasih teringat dengan gejala El Nino yang sempat ramai dibicarakan masyarakat beberapa waktu lalu? El Nino adalah fenomena alam yang paling bertanggung jawab terhadap musim kemarau parah disertai dengan kebakaran hutan dan kekeringan pada akhir tahun 2015 lalu.

Akan tetapi tahukah Anda bahwa El Nino secara ilmiah memiliki saudara kembar, namun berbeda gejalanya?

Dalam kajian ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika, El Nino memiliki kembaran yang dikenali sebagai La Nina. Nah, kebalikannya dari El Nino yang membawa musim kemarau panjang, La Nina justru bertanggung jawab terhadap fenomena musim hujan terus menerus. Seperti yang hari ini, bulan ini sedang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Walau kini intensitas hujan sudah meningkat drastis dan menyebabkan tragedi bencana banjir di banyak tempat di Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih belum menyebut bahwa hujan deras itu akibat fenomena La Nina. Bahkan menurut prediksi BMKG, La Nina masih akan menuju puncaknya pada bulan April-Mei 2016 mendatang.

Artinya sampai dengan bulan April dan Mei 2016, musim hujan dengan intensitas sedang hingga besar masih akan mengguyur deras di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dilansir dari rilisan Kantor Berita Antara, La Nina bahkan akan berlanjut terus sampai dengan Juli, Agutus dan September 2016. Jadi tahun 2016 ini diprediksi akan menjadi musim kemarau yang basah. Karena hujannya akan lebih deras dan lebih sering terjadi walau sudah masuk musim kemarau. Ancaman ini berarti beberapa wilayah di Indonesia tetap akan terancam banjir walau sudah masuk musim kemarau.

Lantas, apa itu La Nina? Bagaimana menjelaskannya secara ilmiah?

La Nina adalah sebuah fenomena cuaca dan iklim yang bisa dijelaskan sebagai kondisi penurunan suhu muka laut di kawasan sebelah timur equator atau sebelah timur garis khatulistiwa di sekitar Lautan Pasifik.

Kondisi ini menyebabkan air laut yang lebih hangat terbawa semakin banyak ke arah Pasifik sebelah barat. Akibatnya massa air yang lebih dingin di Pasifik Timur menguap ke atas menjadi awan dan menggantikan massa air hangat yang berpindah ke sebelah barat Pasifik.

Fenomena La Nina ini menyebabkan banyak wilayah di Indonesia yang tertutupi oleh awan hujan, hampir setiap harinya. Imbasnya banyak wilayah Indoenesia yang mengalami hujan deras dan berpotensi besar menyebabkan banjir. (cal)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *