Potensi Cuaca La Nina di Jawa Timur Muncul Setelah Lebaran

By | 16/06/2016

potensi la Nina

Masih teringat kejadian sesaat setelah Lebaran Tahun 2015 silam, mendadak muncul gejala musim kemarau ekstrem hampir di seluruh Indonesia. Akhirnya prediksi kemarau panjang itu pun benar terbukti. Tahun 2015 diperkirakan menjadi tahun dengan musim kemarau terburuk sejak 1 abad terakhir.

Mungkinkah kini kemarau panjang itu terulang kembali?

Tampaknya perkiraan gejala cuaca di tahun ini akan bergeser 180 derajat. Pasalnya tak lagi kemarau panjang yang akan menghantam pasca lebaran. Kemarau kering-kerontang diperkirakan akan berganti dengan potensi kemarau tapi tetap turun hujan dalam rentang waktu yang rutin. Gejala cuaca di tahun 2016 ini kemungkinan besar akan sangat dipengaruhi dengan fenomena La Nina, atau kebalikan dari El Nino yang datang di tahun kemarin.

Hampir semua wilayah di Indonesia akan menerima efek dari gejala La Nina di tahun 2016 ini. Surabaya sebagai satu dari sekian banyak kota besar di Indonesia pun diprediksi juga akan mengalami efek La Nina dalam skala yang cukup besar.

Seperti yang dikatakan oleh Hartanto, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) unit Karangploso, Kabupaten Malang. Menurut paparan resminya yang dikabarkan pada media beberapa hari lalu, wilayah Jawa Timur termasuk Malang, Surabaya, dan kota-kota besar lain di Jawa Timur akan mengalami imbas dari gejala La Nina sesaat setelah Hari Lebaran tahun 2016. Artinya, menurut prediksi ini, fenomena cuaca La Nina di Jawa Timur akan mulai datang antara periode bulan Juli sampai September 2016, selama periode efek dari fenomena cuaca La Nina ini, sebagian besar kawasan Jawa Timur akan berada dalam curah hujan yang cukup tinggi.

Masih dijelaskan oleh BMKG Kabupaten Malang, efek La Nina sebenarnya sudah mulai tampak di pertengahan bulan puasa tahun 2016 ini. Lihat saja betapa kekuatan kecepatan angin di Pantai Selatan cukup berhembus kencang untuk memicu gelombang tinggi. Akhirnya banjir rob dan gelombang tinggi pun terjadi hampir merata di seluruh pesisir pantai selatan Jawa Timur.

Hitungan BMKG Kabupaten Malang menyebut, kecepatan angin rata-rata kini bisa mencapai 20 knot sampai dengan 40 knot. Padahal normalnya, kecepatan angin hanya akan berkisar di angka 10-20 knot.

Namun demikian, walau curah hujan diprediksi tetap tinggi, kondisi musim masih berada dalam kategori musim kemarau. Jika kemarau tapi intensitas hujan masih tinggi, biasanya ilmuwan cuaca akan menyebutnya sebagai Musim Kemarau Basah.

Satu hal positif yang akan terjadi di musim kemarau basah akibat dari La Nina biasanya akan melimpahkan populasi ikan tuna di hampir seluruh perairan air hangat. Namun, walau ikan tuna melimpah, gelombang tinggi tetap mengancam. Seperti yang kini masih menghantam rata di pantai selatan Jawa Timur, tinggi gelombang sampai La Nina berakhir akan berada di kisaran ketinggian 3-7 meter. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *