Mengapa Terjadi Gempa Bengkulu 6,6 Skala Richter?

By | 11/04/2016

Gempa Bengkulu

Sebuah gempa dilaporkan kembali mengguncang kuat wilayah Indonesia sebelah barat, kali ini guncangan gempa terjadi di Bengkulu, Sumatera. Minggu pagi waktu setempat guncagan gempa di Bengkulu terasa sangat kuat selama sekitar 5-6 detik. Guncangan gempa Bengkulu ini tercatat oleh seismograf milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebesar 5,9 Skala Richter. Terjadi pada Minggu, 10 April 2016 pukul 09.14 WIB. Lokasi gempa berada sekitar 61 Kilometer sebelah Barat Data Kota Bengkulu.

Mengutip dari Antara, banyak warga Bengkulu yang merasakan guncangan gempa Bengkulu cukup kuat. Di antara ketenangan pagi hari Kota Bengkulu, tiba-tiba gempa mengguncang mengagetkan warga Bengkulu. Gempa dilaporkan sampai menggetarkan jendela rumah dan gedung-gedung perkantoran maupun pusat perbelanjaan yang berlantai tinggi.

Pasca guncangan gempa Bengkulu yang berkekuatan 5,9 Skala Richter ini, BMKG langsung merilis informasi bahwa guncangan gempa tak sampai menimbulkan potensi tsunami. Sebab, walaupun kedalaman gempa Bengkulu ini termasuk dangkal pada kedalaman 16 Km, namun kekuatan guncangan gempa belum sampai memicu tsunami.

Getaran gempa diketahui menyebar luas sampai ke seluruh Provinsi Bengkulu. Getaran gempa sangat terasa terlebih di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah dan sebagian wilayah Kabupaten Seluma serta Bengkulu Utara.

Bahkan, walaupun pusat gempa berada dekat dengan Bengkulu, namun guncangannya sampai terasa hingga Kota Lubuklinggau di Sumatera Barat. Beberapa warga Lubuklinggau mengatakan guncangan gempa Bengkulu kali ini getarannya hampir serupa dengan ingatan masa lalu gempa besar di sekitar Bengkulu, yakni gempa pada tahun 2000 berkekuatan 7,3 Skala Richter, dan gempa pada tahun 2007 berkekuatan 7,9 SR.

Untuk diketahui, Bengkulu, juga Padang, Mentawai dan wilayah lain sepanjang pantai barat Sumatera diyakini para ahli geologi memang memiliki peluang luar biasa terhadap pelepasan energi subduksi lempeng yang terkonversi menjadi bencana alam gempa bumi di atas 6 skala richter.

Pada 2007 silam, aktivitas seismik gempa bumi Bengkulu memecahkan segmen sejauh 240 km, dan gempa bumi Mentawai memecahkan segmen sepanjang 120 km. Berdasar pada catatan imbas bencana alam gempa bumi di tahun 1883, masih ada 200-280 km bidang subduksi yang belum melepaskan energinya, ekuivalen dengan magnitudo 8.0 hingga 8.6 skala richter.

Menyikapi gempa Bengkulu, aktivitas seismik di jalur patahan ini memiliki banyak titik seismic gap yang “tertidur”selama beberapa puluh tahun. Seperti layaknya ketapel, lekukan akibat subduksi lempeng Australia dan lempeng Eurasia di sepanjang garis pantai Sumatera ini bukan hanya tertidur, ia hanya sedang menyimpan energi besar yang menunggu untuk dilepaskan. Pertanyaannya tinggal kapan pelepasan energi tersebut terjadi. (cal)

Img: yiela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *