Lokasi Mana Saja di Lebak yang Terancam Banjir dan Longsor?

By | 02/02/2016

banjir lebak

Saat ini, puncak musim hujan di antara rentang waktu Januari dan Februari 2016 makin meningkatkan kesiapsiagaan banjir bagi warga Jakarta, awan mendung sejak pagi hingga malam hari jadi alasan logis, sebab banjir dan Jakarta memang bagaikan dua hal yang sulit terpisahkan, kawasan Jakarta punya jejak sejarah panjang dengan banjir. Ratusan tahun silam, banjir sudah merendam kawasan Batavia atau Jakarta tua.

Tak jauh dari Jakarta, potensi bencana banjir pun tak bisa disepelekan. Banyak wilayah komuter di sekitar Jakarta seperti Banten, Bekasi, Depok, Bogor berpotensi serupa diterjang banjir, sebab curah hujan yang tinggi selalu punya kekuatan besar untuk menyebabkan banjir.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Jika ditarik garis lurus, Lebak dan Jakarta hanya berjarak tak lebih dari 100 kilometer ke arah Barat Daya. Di Lebak, potensi banjir pun punya besaran yang serupa, karena topografi kawasan Lebak kebanyakan dilalui oleh Sungai besar yang bercabang-cabang dan berakhir di Pantai Utara Jawa.

Melihat risiko banjir yang juga berpotensi di Lebak, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak memberikan imbauan agar masyarakat Lebak menyadari risiko banjir.

Alasannya, curah hujan di Kabupaten Lebak berada dalam kondisi cukup tinggi dengan kapasitas hujan dari ringan ke sedang. Rata-rata intensitas hujan deras yang turun di Lebak berada pada kisaran 3,5 jam dalam sekali turun.

Lalu, kawasan mana saja di Lebak yang terancam banjir dan longsor selama puncak musim hujan Februari 2016 ini?

Mengutip dari pemberitaan Antaranews, kawasan rawan banjir di Lebak, Banten meliputi kawasan yang berada di sekitar bantaran sungai, perbukitan, dan pegunungan. Jika melihat lagi peta bentukan wilayah di Lebak, kebanyakan desa-desa terpencil di Lebak berada di sekitar aliran sungai besar, dan bukit-bukit tinggi yang masih alami.

Kini, pendataan terakhir yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan, kawasan rawan banjir di Lebak tersebar di 42 desa, kemudian kawasan rawan longsor di Lebak tersebar di 44 desa.

Puluhan desa rawan banjir dan longsor itu merupakan bagian dari Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Kecamatan Sajira.

Sebagian besar kondisi desa yang disebutkan di atas berada di sekitar Daerah Aliran Sungai, perbukitan dan pegunungan Lebak. (cal)

Img: harnasco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *