Melihat Kondisi Penampungan Pengungsi Suriah di Pulau Lesbos Yunani

By | 24/03/2016

pengungsi-suriah-i

Suriah hari ini masih dalam fase perundingan damai, jutaan pengungsi Suriah pun masih menunggu bagaimana nasib mereka ke depannya sebagai pengungsi korban perang. Tak bisa dipungkiri, perang Suriah sudah menghancurkan semua sendi kehidupan mereka tanpa terkecuali.

Kini, nasib mereka hanya tinggal dua, menunggu kabar baik dari Suriah dengan terus berdiam diri berstatus pengungsi di kamp pengungsian Suriah di dekat perbatasan Turki, atau memilih pilihan kedua dengan melakukan pilihan nekat melintas batas menuju Eropa, menjadi imigran legal atau malah menjadi imigran gelap.

Bagi mereka yang memilih lebih nekat untuk bergerak menuju Eropa dengan berharap kehidupan yang lebih baik, puluhan ribu sampai ratusan ribu pengungsi Suriah ini mau tak mau harus melewati pintu gerbang Eropa di Pulau Lesbos, Yunani.

Apalagi bagi mereka ribuan pengungsi Suriah yang memilih untuk masuk ke Eropa dengan jalur ilegal. Kebanyakan jaringan penuyelundup manusia akan memberi mereka jalan hanya sampai pulau Lesbon, Yunani.

Bagaimana sesungguhnya kondisi penampungan pengungsi Suriah di Pulau Lesbos, Yunani?

Mengutip cerita dari Kantor Berita Antara, kini pengungsi Suriah yang terpaksa untuk menghentikan sementara perjalanan mereka ke Eropa di Pulau Lesbos kondisinya tak lebih baik. Walaupun, pihak berwenang dari pemerintah Yunani di Pulau Lesbos sudah membangun beberapa bangunan yang digunakan untuk pendatang di Pulau Lesbos. Kebanyakan imigran yang mendapat priorotas adalah pengungsi anak-anak dan wanita Suriah.

Namun sayangnya, bangunan semi permanen yang digunakan untuk menampung pengungsi Suriah di Pulau Lesbos, Yunani hanya dirancnag untuk memberikan penampungan sementara bagi sekitar 3.500 jiwa pengungsi.

Padahal menurut statistik terbaru yang dirilis oleh Uni Eropa, jumlah pengungsi kebanyakan merupakan warga Suriah yang masuk ke Eropa sejak Januari sampai Maret 2016 ini berjumlah sedikitnya 144.000 ribu orang. Selain pengungsi dari Suriah, ratusan ribu pendatang di Eropa itu juga berasal dari  Irak dan Afghanistan. Mirisnya lagi, sekitar 60% dari ratusan ribu pengungsi yang datang ke Yunani itu adalah golongan wanita dan anak-anak Suriah.

Untuk diketahui, Pulau Lesbos Yunani selama ini memang menjadi gerbang utama atau tempat transit bagi ratusan ribu pengungsi asal Suriah, Afghanistan, dan Irak sebelum masuk ke Eropa. Pulau Lesbos menjadi pulau di garis terdepan Eropa sebelah selatan. Pulau ini rata-rata kedatangan sekitar 1.150 jiwa pengungsi per hari. Kebanyakan pengungsi yang masuk ke Pulau Lesbos datang dari Turki dengan menggunakan perahu karet. Entah siapa yang menggorganisir ribuan pengungsi ini untuk nekat melintasi Laut Aegean yang memisahkan Turki dan Yunani.

Namun kini, walau ribuan pengungsi asal Suriah sudah bisa masuk ke Pulau Lesbos, nasib mereka masih terkatung. Sebab hingga tulisan ini diturunkan, banyak wilayah perbatasan di sepanjang rute utama di utara menuju Eropa Balkan seperti Jerman, Perancis, Austria, Belgia, dan Inggris masih ditutup untuk kedatangan pengungsi asal Suriah.

Penutupan wilayah perbatasan ini pun akhirnya memaksa sedikitnya 47.000 orang telantar di kamp-kamp pengungsian dan pelabuhan-pelabuhan di Yunani. (cal)

Img: ibtimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *