Ketahui Mengapa Ungkapan Mayday Digunakan Sebagai Tanda Darurat

By | 21/10/2015

Makna Mayday

Dalam salah satu lembaran budaya dunia, ada satu ungkapan yang selalu diucapkan dalam kondisi bahaya atau darurat. Misalnya, ketika sebuah pesawat terbang lepas landas dari suatu bandara, beberapa menit usai lepas landas, mesin pesawat menunjukkan bahaya, kemudian sesaaat kemudian mesin sebelah kanan pesawat terbakar. Otomatis, dalam peraturan komunikasi radio yang sudah disepakati oleh dunia, si pilot pesawat tersebut akan menyebutkan kata “mayday, mayday, mayday” kepada pengawas lalu lintas udara (air traffic controller, ATC). Ungkapan mayday inilah yang menunjukkan bahwa si pesawat yang bersangkutan sedang dalam kondisi darurat, butuh penanganan dan perhatian serius untuk menghindari kejadian yang tak diharapkan.

Dalam kamus baku lalu operasional pesawat terbang, kapal laut, maupun komunikasi yang menggunakan radio dikenal sebuah ungkapan mayday saat keadaan menunjukkan darurat. Pertanyaannya dari mana dan mengapa ungkapan mayday disepakati sebagai tanda darurat? Berikut penjelasannya;

Seperti yang dikutip dari Natgeo, pada tahun 1923 silam, seorang petugas radio senior sekaligus Air Traffic Control bernama Frederick Stanley Mockford bertugas di Bandara Croydon, Kota London, Inggris. Kala itu, industri penerbangan sedang dalam perkembangan yang cukup signifikan setelah pertama kali pesawat terbang ditemukan oleh Wright bersaudara pada tahun 1903. Namun dalam perkembangannya di awal tahun 20-an, angka kecelakaan pesawat udara akibat kegagalan mesin, dan rusaknya salah satu bagian pesawat semakin sering terjadi. Dalam kondisi genting itulah, banyak kejadian kecelakaan pesawat udara terlambat diketahui oleh menara pengawas lalu lintas udara, sebabnya sang pilot kesulitan mengungkapkan dan menjelaskan kejadian yang sedang terjadi pada kondisi darurat.

Akhirnya, Frederick Stanley Mockford ditugaskan untuk mencari sebuah kata yang mudah dimengerti dan dipahami dalam ruang komunikasi internasional sebagai tanda terjadinya kondisi darurat. Kalimat yang digunakan harus mudah dimengerti oleh semua pilot dan pengawas udara.

Sebetulnya kala itu, kode morse SOS yang sudah melegenda dalam komunikasi radio sebagai tanda darurat dianggap tak praktis dan sulit untuk diungkapkan dalam komunikasi radio konvensional. Awalnya sempat ada usulan untuk mengatakannya dengan kalimat help, namun setelah dikaji ulang, ternyata help tak cocok karena kata itu sudah sangat sering digunakan dalam komunikasi bahasa inggris sebagai ungkapan permintaan tolong, bukan sebagai sebuah ungkapa darurat.

Singkat cerita, ketika memikirkan tentang kalimat yang cocok pengganti SOS, Mockford sedang berkomunikasi dengan pesawat dari arah bandara Le Bourget di Paris, Prancis menuju bandara Croydon, London. Di tengah komunikasi, pilot Perancis mengatakan kalimat m’aider yang berarti “tolong aku” dalam bahasa Prancis. Akhirnya Mockford pun menemukan ungkapan yang tepat yaitu Mayday yang disarikan dari kata m’aider.

Lalu empat tahun berikutnya, yaitu pada 1927, International Radiotelegraph Convention of Washington yang berbasis di Amerika menetapkan dan mematenkan ungkapan “mayday” sebagai kata resmi dalam kondisi penerbangan, kapal laut, dan militer untuk mengungkapkan kondisi darurat. Dalam mengucapkannya, kata mayday harus diulang sebanyak tiga kali berturut-turut sebagai deklarasi atas kondisi darurat untuk diberitakan lewat komunikasi radio.

Masih dikutip dari Natgeo, Di negeri Paman Sam, penyalahgunaan kata mayday bisa berakibat tuntutan enam tahun penjara serta denda sebesar sekitar 250.000 dollar AS. (cal)

img : amazonaws

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *