Israel Terus Rampas Tanah Palestina, Perdamaian Palestina Makin Sulit Tercipta

By | 21/03/2016

perdamaian Palestina

Awal Maret lalu, Indonesia digadang-gadang bisa ikut ambil bagian dalam rencana baik menciptakan peluang perdamaian Palestina dengan Israel. Sebabnya, awal Maret 2016 lalu Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) yang mengangkat isu besar perdamaian Palestina.

Upaya dunia dan negara-negara muslim untuk membantu Palestina keluar dari konflik berkepanjangan dengan Israel memang cukup masif. Saat Palestina meminta bantuan, dunia internasional pun menyambut.

Bahkan akhir tahun 2015 lalu, untuk pertama kalinya Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui bendera Palestina dan mengibarkan bendera kebanggaan rakyat Palestina itu di halaman depan Kantor Besar PBB di New York, bersanding dengan bendera negara anggota PBB lainnya.

Namun walau dunia internasional mendukung penuh solusi perdamaian di Palestina, Israel sebagai pihak yang mengadu konflik dengan Palestina justru semakin sering melakukan tindakan malah menjauhkan peluang damai dengan Palestina.

Satu ulah Israel yang dianggap sangat mencederai semangat perdamaian Palestina adalah tindakan perampasan tanah oleh Israel di kawasan Tepi Barat. Bahkan secara khusus, Uni Eropa sebagai gabungan dari negara-negara Eropa mempertanyakan kebijakan Israel yang sangat tidak masuk akal dilihat dari hukum internasional tersebut.

Mengutip dari Antaranews, setelah Jerman dan Perancis mengeluarkan kecaman resminya terhadap Israel, kini Uni Eropa mengulang kembali kecaman dua negara tersebut dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang berbunyi: mengecam Israel terhadap tindakan terang-terangan Israel atas perampasan terhadap 579.234 hektare tanah di dekat Yerikho, Tepi Barat.

Padahal secara tegas, tanah tersebut masuk ke dalam garis batas hak Palestina sebagai negara yang berdaulat.

Uni Eropa kompak dengan suara negara-negara internasional lainnya atas sikap Isral yang kembali mencaplok lahan milik Palestina. menurut Uni Eropa, Setiap keputusan Israel yang terus menerus mencuri lahan Palestina untuk perluasan permukiman Yahudi, adalah tindakan tidak sah berdasarkan hukum internasional dan akan menjadi hambatan bagi perdamaian Palestina. Tindakan pencurian lahan Palestina ini hanya akan mendorong kedua pihak ke dalam sengketa lebih jauh.

Hari ini, hampir seluruh bagian dari dunia ini mengecam keras Israel atas kebijakan pemukiman Israel di Tepi Barat. Dalam konteks ini, Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan yang fatal, dengan melakukan penghancuran rumah dan penyitaan, penggusuran, transfer paksa atau pembatasan gerakan dan akses bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza.

Untuk diketahui, seperti yang ditulis oleh Reuters dalam laporannya, sejak bulan Oktober tahun 2015, pasukan Israel sudah menewaskan sedikitnya 184 jiwa warga Palestina, dengan 124 di antaranya disebut sebagai pelaku serangan. Sebagian besar lain terbunuh saat melakukan unjuk rasa dengan kekerasan. (cal)

Img: Routers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *