Gempa Talaud 5.0 Skala Richter, Mengapa Sulawesi Utara Berisiko Tinggi Gempa?

By | 09/04/2016

gempa-talaud

Dua kali gempa bumi berturut-turut dengan kategori sedang mengguncang Indonesia di awal bulan April 2016. Setelah gempa Garut yang begetar cukup kuat bahkan sampai terasa hingga Bandung, Sukabumi, sampai Cilacap, kabar dari laan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat sebuah gempa juga di sekitar Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Gempa Talaud, Sulut ini terdeteksi oleh seismograf BMKG pada kekuatan 5.0 Skala Richter. kedalaman gempa ini pun termasuk dangkal, yakni hanya 11 Km. Lokasi titik gempa berada tepat 10 Km Barat Daya Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Mengutip dari laporan Detik.com, gempa bumi Talud ini bergetar hanya sejenak, tak lebih dari 5 detik. Tapi karena kekuatan gempa yang cukup besar dengan kedalaman yang termasuk dangkal. Masyarakayt Talaud sempat panik dan berhamburan keluar rumah. Seperti yang diceritakan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 April 2016 kemarin.

Ketika gempa lagi dan lagi mengguncang Talaud, bagaimana sesungguhnya potensi gempa di kawasan Sulawesi Utara ini?

Jika dilihat secara geologis, pulau Sulawesi memang memiliki bentuk muka bumi yang berbukit, banyak dataran tinggi, dan gunung berapi. Gunung Soputan, Sempu, Tondano, Lokon, Mahawu, Klabat, dan Karangetang adalah sebagian nama gunung berapi aktif yang berada di bentangan alam Pulau Sulawesi. (Global Volcanism Program).

Selain itu, kenyataan geologis menunjukkan bahwa bagian sebelah utara pulau Sulawesi merupakan titik bertemunya lempeng Filipina dan lempeng mikro di dasar laut Maluku Utara. Lempeng mikro Maluku ini merupakan pecahan dari lempeng Pasifik yang kemudian membentuk bentukan dasar laut di Semenanjung Minahasa.

Nah di sekitar kawasan Minahasa ini, banyak pemicu gempa terus bergerak aktif mengancam terjadinya gempa manado dan sekitarnya. Ada Palung Minahasa di sebelah Utara, Sesar Palukoro dan Matano di sisi barat dan selatan, Palung Sangihe di sisi timur, lalu sesar atau patahan Gorontalo di bagian tengahnya serta ditambah lagi dengan sesar kecil yang juga punya potensi aktif, seperti sesar Bolaang Mongondow, sesar Amurang, dan sesar manado di sebelah timur.

Garis patahan yang sangat kompleks ini kemudian menjajar ke arah utara tepat melalui daratan Kepulauan Talaud sampai menyentuh sekitar Kecamatan Nanusa, Kepulauan Talaud yang menjadi batas akhir dari Indonesia sebelah Utara. Di daerah Talaud ini potensi gempanya bisa dikategorikan sangat besar. Sebab guncangan gempa bisa terjadi berkali-kali hanya dalam jangka waktu satu bulan. Kekuatn gempanya pun rata-rata 5.0 skala richter dengan kedalaman yang cukup dangkal. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *