Lagi, Gadis Palestina Mati Ditembak Mati Tentara Israel

By | 25/01/2016

Gadis palestina ditembak

Beberapa pekan di Januari 2016, rentetan kabar dikhawatirkan meningkatkan peluang meletusnya lagi konflik antara Israel dan Palestina. Setelah sebelumnya ada kabar tentang rencana pengambilalihan Israel atas ratusan hektare lahan pertanian di atas tanah berdaulat Palestina di Tepi Barat, kini muncul lagi kabar baru yang menyentak nurani sekaligus kekhawatiran.

Dikabarkan oleh Kantor Berita Antaranews, seorang gadis Palestina yang baru berusia 13 tahun harus meregang nyawa dengan tragis oleh timah panas tentara Israel. Gadis Palestina mati ditembak oleh tentara Israel setelah diketahui bahwa Ia mencoba menusuk seorang petugas Israel di pemukiman penduduk Palestina di Tepi Barat.

Namun ternyata, peristiwa matinya gadis Palestina ini bukan yang pertama, kejadian seperti ini sudah terjadi berulang kali, menjadi serangkaian kejadian berdarah yang melibatkan kematian gadis dan anak-anak kecil Palestina dalam beberapa bulan sejak tahun 2015 lalu.
Kejadian matinya gadis Palestina ini pun membuat dunia bertanya-tanya, mengapa tega militer Israel menembak mati gadis kecil padahal si gadis hanya memegang senjata pisau dapur?

Cerita matinya gadis Palestina ini berawal ketika si gadis bernama Roqaya Abu Eid merasakan stres dan tekanan yang luarbiasa setelag bertengkar dengan keluarganya di rumahnya di wilayah Anata, Tepi Barat Palestina. Roqaya Abu Eid kemudian mengeluarkan pisau dapur dan berniat bunuh diri kemudian Ia berlari menuju petugas keamanan Israel yang berjaga di sepanjang Tepi Barat.

Nahas, si gadis Palestina ini malah ditembak dengan timah panas oleh petugas keamanan tersebut, menyebabkan Roqaya Abu Eid terluka parah. Saat perjalanan menuju rumah sakit, Roqaya dinyatakan tewas karena luka tembakan yang cukup parah.

Kisah kematian Roqaya di ujung senapan militer Israel bukanlah kisah baru, Kantor Berita Antara mencatat setidaknya selama tiga bulan terakhir, sebanyak 156 warga Palestina dan 24 warga Israel terbunuh dalam serentatan kejadian serangan di sekitar Tepi Barat, Yerusaalem dan Gaza. Ironisnya lagi, sebagian besar dari 156 korban tewas dari penduduk Palestina adalah mereka yang masih berusia muda dan termasuk golongan remaja.

Menanggapi kasus kematian gadis Palestina Roqaya Abu Eid, seorang anggota parlemen di Israel dari pihak oposisi pemerintah Essawi Frej menyayangkan tindakan militer Israel yang menembak Roqaya begitu saja. Daripada dibunuh, dengan senjata hanya sebilah pisau dapur, lebih baik jika Roqaya hanya ditangkap dan ditahan. Dengan postur tubuh militer Israel pun pasti dapat dengan mudah menaklukkan tenaga kecil seorang gadis berumur 13 tahun.

Kematian gadis Palestina ini kembali membuka peluang pihak internasional untuk menekan Israel untuk mengehentikan segala bentuk eksekusi di luar hukum kepada penduduk Palestina. Tak ada lagi kata maaf untuk tindakan bodoh militer Israel yang dengan mudahnya menembak mati penduduk Palestina tanpa lewat proses hukum yang berlaku (cal)

Img: dailymail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *