BMKG: Fenomena Langka Planet Merkurius Lewat di Depan Matahari

By | 10/05/2016

planet merkurius

Fenomena benda-benda langit memang merupakan peristiwa yang langka. Sebab pergerakan dinamis dari benda-benda langit biasanya membuat jalur lintasan benda-benda langit itu berubah setiap periodenya. Sekalinya benda langit seperti planet, meteor, bulan dan matahari bergerak dalam lintasan yang unik, kemungkinannya akan berulang tiap ratusan tahun sekali. Seperti peristiwa yang kemarin sempat membuat Indonesia dikenal dunia, Gerhana Matahari Total 2016.

Nah, rupanya peristiwa benda langit langka kemarin juga baru saja terjadi di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan bahwa peristiwa benda langit kali ini adalah gerakan Planet Merkurius yang akan berorbit dan melintas transit melewati Matahari. Kejadian ini terjadi pada Senin kemarin, 9 Mei 2016. Sebelumnya kejadian langka ini pernah terjadi pada tanggal 8 November 2006 silam.

Butuh periode waktu satu tahun untuk melihat fenomena ini. Fenomena alam benda langit ini bisa dijelaskan sebagai sebuah kondisi dimana Planet Merkurius, planet dengan periode orbit terhadap matahari selama 88 hari, planet dengan periode orbit tercepat dalam keluarga Tata Surya ini akan nampak seperti melintasi matahari, sebagai titik kecil yang membelah matahari.

Bagi sebagian besar warga Amerika dan Eropa, peristiwa ini akan sangat jelas terlihat. Beberapa wilayah di Asia termasuk di Indonesia pun diakui bisa melihat fenomena ini.

Kemarin, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan peristiwa ini ketika sebuah titik hitam kecil nampak melintasi matahari pada pukul 11.12 WIB sampai dengan 18.42 WIB. Namun karena Merkurius ini melintasi matahari, maka tak bisa dilihat langsung menggunakan mata telanjang. Butuh kacamata dengan filter khusus serupa seperti yang digunakan untuk melihat gejala Gerhana Matahari Total beberapa waktu lalu.

Dijelaskan oleh BMKG, peristiwa Merkurius melintasi matahari ini bisa dibilang serupa dengan kejadian peristiwa Gerhana Matahari Total beberapa waktu silam. Kejadian Merkurius melintasi matahari ini terjadi ketika sebagian cahaya matahari terhalang.

Jadi, ketika peristiwa Merkurius melintasi matahari ini, ada kondisi dimana di mana matahari, Merkurius dan bumi mengalami kesejajaran dengan Merkurius berada di antara bumi dan matahari. Akibatnya Merkurius akan menghalangi sebagian cahaya Matahari untuk sampai di Bumi.

Walaupun besar Merkurius lebih besar sedikit dibanding bulannya Bumi, namun karena jarak antara Merkurius dan Bumi yang jauh menyebabkan pendudukan Bumi hanya bisa melihat peristiwa ini dengan bentuk Merkurius yang berupa titik noktah kecil “membelah” matahari.

Transit Merkurius sebelum 9 Mei 2016 terjadi pada 8 November 2006 dan transit berikutnya akan terjadi 11 November 2019. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *