Distribusi Qurban: Ketika Ribuan Senyum Tercipta di Tanah Lebak Banten

By | 29/09/2015

Distribusi Qurban di Lebak

Apa yang langsung terbersit dalam benak ketika mendengar nama Lebak? Belum terlepas dari ingatan, kala itu media lokal bahkan internasional ramai-ramai mencuatkan isu tentang kondisi jembatan dari seutas tali yang rubuh bertahun-tahun tak diperbaiki, jembatan itu ada di Kabupaten Lebak. Sehari-hari jembatan dilewati oleh warga, hingga anak sekolah bak pemeran Rambo menyebrangi sungai hanya dengan meniti seutas tali.

Nyatanya kondisi yang demikian memang betul masih terjadi di Lebak. Bagaimana kondisi infrastruktur yang timpang dan kemiskinan yang terserak merata hampir di seluruh Kabupaten Lebak telah menyita perhatian media dan masyarakat. Menampar nurani, membangkitkan empati.

Lebak, sebuah Kabupaten yang masih berada dalam perkembangan ekonomi dan infrastruktur yang belum merata. Padahal sesungguhnya jarak dari Lebak dengan pusat pemerintahan di Ibukota Jakarta hanya terpaut tak lebih dari 2 hingga 3 jam perjalanan. Namun kemiskinan dan infrastruktur yang tertinggal jauh dari ingar-bingar ibukota terasa betul ketika memasuki wilayah Lebak. Hanya sekadar Jalan kampung yang apik beraspal dan sebatang-dua batang sinyal telepon genggam tak lebih dari angan di siang bolong bagi banyak kampung di Kabupaten Lebak.

Berangkat dari ironi yang menyentil empati itu, visi Global Qurban untuk bebagi qurban berbagi kebahagiaan hingga ke pelosok negeri Alhamdulillah tuntas ditunaikan di Kabupaten Lebak. Sabtu (26/9) Global Qurban yang bermitra dengan Bank BII Syariah selesai menyembelih dan mendistribusikan sebanyak 5 ekor sapi di wilayah Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

Kelima ekor sapi itu disembelih dan diproses langsung oleh ratusan warga Sindangsari. Nampak jelas bagaimana nilai gotong royong masih amat lekat dalam keseharian dan rutinitas warga Sindangsari. Mulai dari penyembelihan, pengulitan, pencacahan, hingga distribusi qurban dikerjakan seluruhnya oleh ratusan warga dari berbagai kampung di Desa SIndangsari.

Mereka berbaur, bekerjasama, namun mereka yang tak bekerja tetap bisa tertib dan disiplin menunggu seribu lebih paket daging qurban selesai dibungkus. Sungguh suasana yang syahdu dan langka jika dibandingkan dengan budaya nihil toleransi dan gotong royong ala masyarakat Ibukota. Lokasi penyembelihan dan pemrosesan daging qurban yang berada di tengah sawah luas di pinggiran sungai desa Sindangsari pun makin menambah teduh suasana penyembelihan dan distribusi daging qurban. Lima ekor sapi yang berasal dari donatur Ikatan Keluarga Muslim (IKM) BII Syariah itu menghasilkan sekira 1100 kantong daging qurban.

Menjelang matahari terbenam di ufuk barat, seluruh proses distribusi daging qurban tuntas dikerjakan. Seribu lebih kantung dibagikan kepada sekitar 920 rumah warga dan seratus lebih panitia di 7 kampung Kelurahan Sindangsari, yakni Kampung Sanding, Kampung Teras, Kampung Bubur, Kampung Sawah, Kampung Sangiang, Kampung Sumandang, dan Kampung Ciomas.

Busro, Kepala Desa Sindangsari mewakili warganya mengucap syukur yang terhingga. Ia berkata, akhirnya doa dan harapan sekira 3.200 warga Sindangsari berhasil dikabulkan di idul adha tahun ini. “Alhamdulillah semua kampung bisa merasakan nikmatnya daging Qurban. Padahal sebelumnya, satu ekor kambing qurban pun dibagi merata ke ratusan rumah warga. Hanya satu tusuk sate yang biasanya dibagikan kepada warga SIndangsari. Nikmatnya daging memang menjadi hal yang langka bagi warga di sini, ucapan syukur yang terus mengalir karena tahun ini BII Syariah dan Global Qurban bisa menyempatkan berbagi bahagia di desa kamu” ungkapnya.

Sementara itu, sebelum proses penyembelihan qurban, beberapa perwakilan dari BII Syariah yang menyempatkan untuk bersilaturahim datang di tengah-tengah warga Sindangari sempat terkejut dengan proses penyambutan tamu khas budaya lokal Sindangsari yang luar biasa meriah. Bagaikan arak-arakan pengantin baru, perwakilan dari BII dan Global Qurban berjalan berarak dengan tabuhan rebana yang bersahutan dari mushola Kampung Sanding menuju sebuah lapangan kecil lengkap dengan panggung dan tenda. Sebuah latar panggung bertuliskan “Kenduri Raya Idul Adha” menjadi identitas acara sambutan dari masyarakat Sindangsari untuk BII Syariah dan Global Qurban.

“Banyak sekali cerita bahagia yang bisa kami bagikan pada teman-teman BII Syariah di Jakarta, kami merasakan bahwa qurban tak hanya sekadar berbagi daging qurban lantas pulang tanpa membawa kesan, namun lebih dari itu. Di lokasi ini, masyarakat desa Sindangsari membawa kami merasa qurban adalah momentum silaturahim. Mengenal banyak saudara baru yang punya semangat gotong royong luar biasa, hal yang langka bagi kami warga Jakarta,” ungkap Marsif Almaidy, Ketua Ikatan Keluarga Muslim BII Syariah.

 

(cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *