Cara Gubernur Zumi Zola Cegah Kebakaran Hutan di Jambi

By | 24/03/2016

mencegah-kebakaran-hutan-jambi

Masih teringat bagaimana buruknya kasus kebakaran hutan di Jambi tahun 2015 silam? kala itu, Jambi, Riau, dan Palembang jadi 3 daerah utama yang berstatus darurat kasus kebakaran hutan dan kabut asap. Buruknya kondisi kabut asap di Jambi bahkan sampai membuat segala kehidupan masyarakat terganggu total. Mulai dari aktivitas perdagangan sampai dengan transportasi penerbangan yang sama sekali tak bisa berjalan dari Bandara Sultan Thaha, Jambi karena buruknya jarak pandang, imbas dari kabut asap sisa kebakaran hutan.

Setelah masuk ke musim penghujan, kabut asap perlahan memang sudah menghilang, namun bukan berarti tragedi kebakaran hutan ini tak bisa terulang lagi. Malah tanda-tanda titik api kebakaran hutan beberapa waktu silam sudah nampak terdeteksi oleh satelit di sekitar Provinsi Riau, bukan tak mungkin titik api kebakaran hutan itu juga muncul di atas daratan Jambi.

Zumi Zola, sosok Gubernur muda yang baru saja terpilih sebagai Gubenur Jambi per Januari 2016 lalu ini pun kini punya pekerjaan rumah yang cukup pelik, sebab setelah kemarin beturut-turut bencana banjir menerjang Jambi, kini Jambi mulai terancam kembali oleh tragedi kebakaran hutan dan kabut asap. Pasalnya, beberapa wilayah Sumatera diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sudah mulai mengalami perpindahan musim dari musim hujan menuju musim kemarau.

Mencoba mencari cara mengatasi kasus kebakaran hutan di Jambi, Gubernur Zumi Zola mengaku sudah punya strategi tersendiri.

Baca juga penyebab kebakaran hutan

Menurutnya, cara pertama Gubernur Zumi Zola mencegah kasus kebakaran hutan di Jambi terulang kembali adalah dengan mencegah sejak dini masyarakat Jambi agar tidak sengaja membakar hutan dengan sengaja. Sebab tak bisa dipungkiri, maraknya kasus kebakaran hutan di Jambi dan juga di daerah lainnya di Indonesia disebabkan karena kesengajaan warga yang memilih untuk membuka lahan dengan sengaja.

Nah, mencegah warga Jambi membakar lahan dan hutan dengan sengaja ini, Gubernur Zumi Zola lewat Pemerintah Provinsi Jambi sudah menyiapkan sedikitnya 100 unit ekskavator atau alat berat pengeruk/penggali. Alat berat tersebut sudah dalam persiapan untuk diserahkan ke seluruh kecamatan se-Provinsi Jambi.

Nantinya, alat ekskavator itu akan bisa dimanfaatkan oleh warga untuk membuka lahan perkebunan. Solusi ini mencegah warga agar tidak membuka lahan kebunnya dengan cara dibakar.

Selain itu, fungsi penting lainnya, alat berat ekskavator ini pun akan disiapkan sebagai salah satu pelengkap sarana kesiapsiagaan bencana untuk mengatasi bencana alam berupa longsor, banjir, dan beberapa perbaikan infrastruktur umum.

Walau warga memang harus menyediakan biaya operasional untuk perawatan dan menyewa operator untuk menjalankan alat berat ini, Gubernur Zumi Zola berharap agar warga Jambi bisa cerdas memanfaatkan fasilitas alat berat untuk membuka lahan ini.

Bisa dengan cara menyewakan alat berat ini kepada petani atau pengusaha yang hendak membuka dan membersihkan lahan. Alternatif lain pengadaan biaya operasional alat berat bisa digunakan dari alokasi dana desa yang sudah diberikan 1 Milyar/desa/tahun. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *