Mahmoud Abbas: Butuh Dukungan Dunia untuk Menciptakan Perdamaian Palestina

By | 19/03/2016

perdamaian Palestina

Indonesia meninggalkan kisah yang membekas dalam diri Mahmoud Abbas, Presiden Palestina. Satu hal yang menjadi alasan sebab Indonesia sukses menjadi tuan rumah dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang membahas perdamaian Palestina di Jakarta, awal Maret lalu.

Tak hanya itu saja, bahkan menindaklanjuti hasil dari Deklarasi Jakarta yang mendukung penuh perdamaian Palestina, Indonesia secara resmi sejak Maret 2016 ini mulai menempatkan perwakilan resminya di Palestina. Kamarin, baru saja Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi meresmikan Konsulat Kehormatan Republik Indonesia untuk pertama kalinya di Ramallah, Palestina. kehadiran Konsulat Kehormatan ini rencananya akan menjadi perwakilan Indonesia di Palestina dalam mendukung upaya penuh kemerdekaan bagi Palestina.

Baca juga Keistimewaan Indonesia di Mata Rakyat Palestina

Upaya damai untuk menciptakan kemerdekaan Palestina memang masih menjadi jalan panjang. Israel sebagai pihak yang berseteru dengan Palestina masih saja mencengkeramkan kakinya mencaplok wilayah Palestina dan tak mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Padahal Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 2015 lalu sudah mulia membuka dirinya bagi Palestina. Tahun 2015 silam untuk pertama kalinya bendera Palestina berkibar di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Namun jalan panjang yang membentang untuk menciptakan kemerdekaan dan perdamaian Palestina itu dianggap mudah oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Dalam sebuah sesi pidatonya saat membuka KTT OKI di Jakarta beberapa pekan lalu, Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Palestina butuh perlindungan internasional dan dukungan banyak negara-negara internasional untuk bisa keluar dalam penindasan Israel yang telah berlangsung selama 7 dasawarsa atau 70 tahun terakhir!

Mahmoud Abbas menyebut Israel sebagai negara yang paling melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia. Untuk melawan kesewenangan Israel, Palestina butuh rangkulan tangan dari negara-negara internasional.

Sampai dengan hari ini, Al Quds atau Yerusalem yang merupakan tempat suci bagi agama Islam, Yahudi, dan Kristen, masih menjadi satu dari sekian banyak wilayah paling terdampak dari kekejaman tentara Israel yang terus menghancurkan dan menjajah rumah rakyat Palestina.

Bahkan Israel pun mampu untuk menjajah ekonomi Palestina dengan memberlakukan pajak berlebihan dan menghambat kesempatan investasi. Jangan bayangkan bagaimana sulitnya memasukkan barang-barang kebutuhan pokok bagi warga Gaza misalnya, kepungan milter Israel di Gaza menurut Mahmoud Abbas sudah tak bisa lagi dimaafkan.

Maka dari itu, Mahmoud Abbas secara khusus meminta komitmen pihak internasional termasuk Indonesia untuk memulai perundingan damai atau konferensi tingkat tinggi yang mempertemukan Palestina dengan Israel. Abbas meminta negara-negara Islam untuk menegakkan konsep perdamaian ini dengan tidak menyebarkan faham perpecahan. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *