Begini Kisah Distribusi Global Qurban di Tanah Palestina

By | 01/10/2015

Dsitribusi Qurban di Palestina

Setiap mendengar kata Palestina, getar hati memantulkan bayangan barisan anak-anak lucu, cerdas namun mereka seakan dipaksa kehilangan buaian indah masa kanak-kanak. Agresi, penjajahan, tak pelak lagi telah mencabut kedamaian Palestina, juga mengganggu pertumbuhan kejiwaan anak-anak Palestina. Namun di tahun ini, Global Qurban setidaknya bisa sedikit mengulas senyum dalam bibir kecil mereka. Pelaksanaan qurban di Palestina alhamdulillah tuntas ditunaikan.

Sejak sinergi pertama bertahun silam hingga hari ini, Mitra-mitra Global Qurban di Palestina dalam beragam bantuan kemanusiaan selalu memudahkan dan memberikan pertanggungjawaban amanah bantuan kepada para filantropis ‎kami. Ini adalah salah satu pertanda bangsa besar, mereka mampu memberikan suplai dan mendistribusikan kebutuhan, dari mereka untuk mereka. Selain kelebihan mereka dalam mendidik dan mengasuh keluarga di tengah tekanan luar biasa Israel.

Dalam sebuah laporan dari mitra di Tanah Palestina, mereka menyampaikan, ‎di hari tasyrik pertama waktu Palestina, mereka telah melakukan pemotongan 62 ekor domba kurban Global Qurban (GQ)-ACT amanah dari rakyat Indonesia. Disusul hari tasyrik kedua tiga ekor sapi, seekor unta serta 52 ekor domba sehingga totalnya mencapai 114 ekor kambing/domba, tiga sapi dan satu unta. ‎Namun walau jumlah hewan qurban ini tak seberapa dibandingkan tahun lalu yang mencapai 262 ekor kambing, 4 ekor sapi dan 1 ekor unta. Namun tak mengurangi sedikitpun rasa syukur yang disematkan mereka dalam tiap doa. Hal ini pun sama sekali bukan karena menurunnya perhatian masyarakat Indonesia atas Palestina.

Kurban ke Palestina memang Istimewa. Sebab qurban adalah secercah kebahagiaan yang bisa Indonesia haturkan di tengah kemelut perang tak berkesudahan yang menimpa rakyat Palestina. Hingga hari ini mereka memilih tetap berjuang mempertahankan diri dari penjajahan Israel. ‎Bertahan, meski masyarakat dunia seakan abai membantu di sisi kemanusiaan, namun perlahan suara lewat diplomasi global terus diperjuangkan, hingga akhirnya Palestina dan Israel akan berdamai dengan konflik dalam beberapa waktu mendatang.

Jika diingat kembali, sekian puluh tahun lalu Palestina pernah mendukung Indonesia hingga mencapai kemerdekaannya. Tahun ini tepat 70 tahun silam Palestina hadir mendukung embrio bangsa ini, ketika negeri ini masih dijajah dan masih berjuang keras meski berbilang nyawa menjadi syuhada.

Namun kini, Palestina mengalami nasib serupa, penjajahan tetap berlangsung tanpa ada satu negara pun membantu Palestina dengan kekuatannya. Tiada lagi perlindungan seperti khalifah-khalifah yang pernah membebaskan Palestina di masa lalu.

Tak apa. Kita kembali bicara qurban. Amanah dari pequrban Indonesia, dipotong di peternakan sapi di Gaza, baru dicacah dan dipaketkan untuk dibagikan pada hari yang sama. Wilayah pendistribusiannya mencakup Rafah, Khanyonis, Gaza City, Jabalia, Bit Hanoun, Dair Albalah, dan Bet Lahia. Nyaris seluruh warga Palestina terutama di Gaza, ‎berhak menerima daging qurban, karena mereka adalah korban dari beragam penindasan selama bertahun-tahun. Namun sungguh luar biasa, tetap saja mereka menyeleksi dan menetapkan warga termiskin lah yang paling pantas menjadi penerima qurban di Palestina. Tak ada yang memprotes atau keberatan ketika daging qurban diberikan kepada saudara termiskinnya, dan yang lain tidak memperolehnya.

Menurut laporan mitra Global Qurban, penerima manfaatnya adalah masyarakat miskin, anak-anak yatim, dan keluarga yang menjadi korban agresi militer Israel tahun lalu. Menyertai laporan, ada ungkapan hati mitra Global Qurban di Gaza

“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan Selamat Idul Adha kepada saudara-saudara kami di Indonesia. Kami sangat mengapresiasi support kepada masyarakat Palestina yang bertahan dan mempertahankan kemuliaan umat ini, yang memberikan darah mereka untuk Islam dan untuk Al-Aqsha, dan untuk kebebasan Palestina.

Mereka hidup di Gaza dalam kondisi yang sangat buruk; perang, blokade, tanpa listrik, minimnya persediaan air, kemiskinan. Namun dengan kondisi demikian mereka tetap memilih bertahan dan tak terbersit sama sekali untuk meninggalkan Gaza. Terima kasih banyak kepada orang-orang yang telah memberikan qurban mereka untuk memberi makan anak-anak di Gaza.,” begitu sebaris kemelut hati dari Jomah, mitra implementator Global Qurban ACT di Gaza.‎

(Ai) (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *