4 Ribu orang dievakuasi, Badai Dujuan dari Lautan Pasifik Terjang Taiwan

By | 29/09/2015

Badai Dujuan

Sudah menjadi langganan, negara-negara kepulauan yang berada di wilayah lautan Pasifik selalu menerima limpahan dari fenomena alam badai tropis raksasa. Setelah menerjang Filipina dan Jepang beberapa waktu lalu, Senin (28/9) badai tropis dilaporkan menerjang wilayah Taiwan dan sekitarnya.

Bagaimana kondisi badai tropis di Taiwan?

Dilaporkan oleh CNN Indonesia, ada sekitar 4.000 jiwa yang sudah dievakuasi dari wilayah yang diperkirakan menjadi jalur dari badai tropis Dujuan. Wali Kota New Taipei, Eric Chu mengatakan bahwa ribuan orang sudah dievakuasi dari wilayah yang rentan. Kebanyakan ribuan orang yang dievakuasi adalah para turis yang sedang berlibur di Green Island dan Orchid Island, Taiwan. Bahkan akibat Badai Dujuan ini, konser grup musik rock regendaris asal Amerika, Bon Jovi akhirnya dibatalkan mengingat peringatan bahaya badai Dujuan.

Selama beberapa pekan terakhir, dilaporkan oleh Channel NewsAsia, hampir seluruh wilayah Taiwan memang sedang dilanda oleh angin kencang dan hujan deras. Bahkan di puncaknya kemarin Minggu (27/9) Badan cuaca Taiwan sudah meningkatkan status badai Dujuan sebagai badai dengan kategori yang berbahaya dan pusaran angin yang sangat kuat.

Badai Dujuan terbentuk di wilayah sekitar Laut Pasifik. Secara ilmiah dalam kajian meteorologi, badai terjadi akibat perbedaan tekanan udara yang terjadi dalam sistem cuaca. Biasanya badai terjadi di antara musim kemarau panjang pada siang hari yang panas dengan suhu udara terik di tengah Samudera luas. Akibat panasnya matahari yang diserap oleh bumi, daerah yang menerima energi matahari lebih besar akan memiliki suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang lebih rendah. Lalu dalam waktu beberapa jam terjadi proses perpindahan aliran udara antara wilayah yang punya suhu udara lebih tinggi pada wilayah yang bersuhu lebih rendah.

Biasanya badai akan muncul di samudera sekitar khatulistiwa, antara lautan Pasifik maupun laut Atlantik. Di antara dua wilayah ini, suhu air biasanya akan menghangat sampai lebih dari suhu normal 27 derajat celcius. Karena kondisi suhu laut yang memanas, maka udara akan naik menguap, imbasnya tekanan udara di atas lebih tinggi dibandingkan tekanan udara di bawah. Dalam waktu beberapa jam, udara yang naik ke atas akan mendingin karena proses kondensasi dan turun kembali ke bawah. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang selama berkali-kali. Pergerakan arus udara yang naik dan turun ini bergerak dalam kecepatan yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan tekanan uap yang sangat besar dan suhu udara berada di titik yang sangat rendah. Kemudian pergerakan ini akan menghasilkan gumpalan udara yang berputar melingkar dan terus membesar seiring dengan pertumbuhan arus udara yang bergerak naik dan turun.

Arus udara yang berputar melingkar dengan sangat cepat inilah yang disebut sebagai badai. Menurut laporan dari badan cuaca di Hongkong Observatory, badan Dujuan yang menerjang Taiwan dikategorikan sebaga badai super besar karena kecepatan pusarannya bisa mencapai 227 kilometer perjam. (CAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *