3 Hal di balik Dahsyatnya Gempa Ekuador 7,8 SR

By | 19/04/2016

gempa-ekuador (1)

Menjelang akhir pekan ketiga di bulan April 2016, publik dunia dibuat kaget dengan kabar gempa dahsyat yang mengguncang Ekuador dekat Kota Muisne pada kekuatan 7,8 Skala Richter. Gempa besar di Ekuador ini diketahui memiliki kekuatan getaran 16 kali lipat lebih besar dibanding dengan kekuatan gempa Jepang dekat Kumamoto (7,0 SR) beberapa hari sebelumnya. Gempa di Ekuador ini terjadi pada Minggu pagi waktu Indonesia, atau sekitar pukul 7 malam di hari Sabtu waktu Ekuador.

Walau kini petugas setempat di Kota Muisne, Ekuador masih berjibaku menyelamatkan ribuan nyawa yang diperkirakan masih terjebak di dalam gedung bertingkat yang runtuh akibat gempa, berkali-kali gempa susulan dilaporkan masih saja terjadi.

Berikut adalah 3 hal ilmiah yang bisa diketahui dari dahsyatnya gempa Ekuador 7,8 SR Sabtu silam:

  1. Gempa Ekuador terjadi di atas jalur subduksi pertemuan lempeng Nazca dan South American

Jika dilihat secara ilmiah, gempa Ekuador ini dipicu oleh pergerakan kedua lempeng bumi di selatan Amerika yakni lempeng Nazca dan lempeng South American yang terus bergerak mencari keseimbangan baru. Di atas lokasi gempa ini, lempeng Nazca terus bergerak mendesak ke bawah lempeng South American pada kecepatan 61 mm/yr. Pergerakan kedua lempeng ini pula yang memicu munculnya gempa terdahsyat dan terkuat di dunia yang terjadi di Selatan Chile pada tahun 1960 dengan kekuatan super 9,5 Skala Richter! Gerakan masif kedua lempeng ini pula yang telah membentuk jajaran pegunungan Andes yang membentang sepanjang garis subduksi ini.

 

  1. Sejarah gempa Ekuador memang memiliki catatan gempa dengan kekuatan besar

Pergerakan begitu masif dari lempeng Nazca yang mendesak ke bawah lempeng South American ini telah membuat catatan sejarah bencana gempa di Ekuador terekam begitu mengerikan. Gempa di Ekuador selalu terjadi di atas kekuatan 7 Skala Richter. Gempa Ekuador 16 April 2016 ini telah membuat dasar bumi sebesar 160 x 60 Km mendesak masuk ke bawah lempeng South American

 

  1. Gempa Ekuador 16 April 2016 terjadi di perairan yang dangkal, hanya kedalaman 19 Km.

Menurut lembaga pemantau gempa Bumi milik Amerika Serikat USGS, gempa Ekuador April 2016 ini terjadi di perairan yang sangat dangkal. Akibatnya, kekuatan gempa 7,8 Skala Richter ini pun sampai membangkitkan alarm bahaya tsunami. Peringatan Tsunami di Pasifik mengatakan tinggi gelombang tsunami mencapai sekitar 0,3 meter hingga satu meter bisa mencapai pesisir Ekuador. Namun akhirnya tsunami besar tak sampai terjadi menggulung pesisir Ekuador. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *