2016, Kemarau Basah Penyebab Hujan Terus Menerus

By | 22/07/2016

kemarau-basah-hujan
Jika mengingat bahwa periode musim kemarau di Indonesia seharusnya adalah bulan Apri hingga September, namun sepertinya tidak terjadi di tahun 2016. Justru fenomena hujan masih mengguyur deras di akhir Juni hingga bulan Juli. Ini pertanda Indonesia memasuki musim kemarau basah yang menyebabkan hujan masih terjadi terus meskipun seharusnya sudah memasuki musim kemarau.

Beberapa penyebab kemarau basah salah satunya adalah fenomena La Nina, atau perubahan iklim kebalikan dari El Nino, yaitu suaca lebih banyak turun hujan seperti yang terjadi di Indonesia 2016 ini. Menurut data dari website resmi, memang tahun 2016 ini Indonesia terdampak La Nina.

Faktor lain kemarau basah yang diprediksi dari peneliti yang menggunakan pengamatan lebih canggih adalah sirkulasi gelombang MJO (Madden Julian Oscillation) dengan delapan fase penjalaran. Gelombang MJO ini dapat dikenali dari pembentukan awan-awan konvektif yang berkumpul secara massif (super cloud cluster).

Gelombang ini oleh para ilmuwan diamati pertama kali terbentuk di atas pantai timur Afrika, lalu terus menerus menjalar menuju timur ke Samudera Hindia, melewati Benua Maritim Indonesia, Samudera Pasifik, hingga meluruh di atas Pasifik timur. Inilah yang juga diprediksi menyebabkan turun hujan di saat bulan musim kemarau.

Berdasarkan pemantauan satelit TRMM, terjadi siklon tropis Yagi di Samudera Pasifik barat dekat Filipina selama sepekan terakhir. Dengan menganalisis angin permukaan (850 milibar), terlihat bahwa siklon Yagi telah mengintensifkan aliran angin trans-ekuatorial yang berasal dari Laut China Selatan menuju wilayah Indonesia, melalui Laut Jawa. Inilah juga yang menyebabkan angin monsun barat di atas wilayah Indonesia semakin bertenaga karena suplai kelembapan awan semakin bertambah.

Berdasar fenomena ini, resiko hujan deras bisa terjadi kapan saja, bahayanya ketika masyarakat sudah menganggap memasuki musim kemarau sehingga kewaspadaan berkurang. Hujan turun hampir 10 jam di Jawa Tengah Juni lalu hingga menyebabkan longsor dan banjir di berbagai daerah, 57 orang tewas akibat tertimbun longsor dan terseret arus.

Juni hingga September adalah periode anomali iklim dan dampak La Nina. BNPB di berbagai daerah menghimbau agar waspada tinggi saat hujan dan angin kencang. Resiko pohon tumbang, longsor dan banjir masih sangat besar di hingga September akhir. (aly)

sumber: bmkg, kabarkami
img: republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *