2 Perbedaan Antara Gunung Berapi di Bumi dengan Pluto

By | 11/01/2016

gunung-berapi-pluto

Sudah menjadi kenyataan umum bahwa Indonesia adalah negeri yang berada di posisi rentan terdampak bencana gunung meletus. Sebab Indonesia adalah satu-satunya negara yang berada di dalam jalur lintasan padat cincin api pasifik atau sering dikenal sebagai Rings Of Fire. Bahkan di Pulau Jawa saja tak cukup dihitung pakai jari tangan berapa jumlah gunung berapi baik yang sudah tak aktif, cukup aktif, hingga sangat aktif periode meletusnya seperti Gunung Merapi di Yogyakarta.

Atas dasar itulah, mungkin bisa dibilang hampir sebagian besar masyarakat Indonesia paham dan mengenali bentuk-bentuk serta ciri khas dari gunung berapi. Misalnya seperti bentuk puncak gunung yang berupa lubang kawah yang panas dan berbau belerang menyengat.

Namun tahukah Anda bahwa gunung berapi tak selamanya dimonopoli oleh Bumi sebagai rumah bagi milyaran manusia. Belum lama ini, kemajuan teknologi yang luarbiasa di bidang antariksa telah membawa pesawat robotik tanpa awak bernama New Horizons berangkat dari pangkalan NASA ke orbit Pluto menempuh perjalanan selama 9,5 tahun, menjelajahi planet terjauh yang pernah ditemukan oleh umat manusia.

Selain menghasilkan banyak sekali foto-foto terbaik tentang bentuk muka Planet Pluto yang sesungguhnya. Ekspedisi New Horizons di orbit Plane Pluto ini juga berhasil menangkap citra yang luarbiasa tentang bentuk gunung berapi di daratan Pluto. Ya, Planet Pluto pun memiliki Gunung semacam Gunung Berapi yang ada di Indonesia. Kedua gunung tersebut diberi nama Wright Mons dan Piccard Mons. Masing-masing memiliki ketinggian yang berbeda, Wright Mons memiliki ketinggian 3.960 meter, sedangkan ketinggian Piccard Mons mencapai 5.500 meter.

Berikut adalah 2 Perbedaan Antara Gunung Berapi di Bumi dan Gunung Berapi di Pluto, seperi yang dilansir dari laman CN:

  1. Jika gunung berapi di Bumi mengeluarkan lava panas, gunung “berapi” di Pluto malah mengeluarkan es

Dua gunung berapi yang ditemukan di Pluto ini ternyata punya perbedaan yang unik dengan gunung di Bumi. Walaupun dianggap sebagai gunung berapi namun dikutip dari riilisan ilmuwan NASA bahwa kedua gunung berapi Pluto ini mengandung es. Gunung berapi es biasanya disebut dengan istilah cryovolcano. Jika gunung berapi di Bumi seperti gunung berapi Sinabung, Bromo atau Merapi meletus mengeluarkan lava pijar dan magma yang super panas dari dapur kawahnya, gunung di Pluto malah sebaliknya. Cryovolcano di Pluto saat meletus kemungkinan besar mengeluarkan lumpur mencair yang mengandung air es dan nitrogen beku, serta amonia atau metana.

 

  1. Diameter gunug berapi di Pluto sungguh besar jika dibandingkan dengan gunung berapi di Bumi

Dua gunung berapi yang memiliki kawah dan dapur magma di Planet Pluto pun diketahui memiliki ukuran diameter yang luar biasa besar. Dikutip dari laporan NASA, gunung berapi di Pluto ini terlihat “bantet” karena memiliki ukuran lebar diameter sebesar 161 kilometer, namun tingginya tak sampai 5.500 meter. Artinya jika dibandingkan dengan ukurannya di Bumi, lingkaran gunung berapi di Pluto ini bisa menutupi seluruh daratan di Jakarta sampai ke Semarang Jawa Tengah. (cal)

img: Nasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *