2 Fakta tentang Terjangan Banjir Bandang Situbondo Jawa Timur

By | 02/02/2016

banjir situbondo

Banjir selalu identik dengan Kota Jakarta, tak salah memang. Puncak musim hujan yang kini sedang terjadi di antara bulan Januari-Februari 2016, memang telah meningkatkan peluang banjir di banyak kota di Indonesia, terlebih di Pulau Jawa, tak hanya di Jakarta saja. Potensi banjir di wilayah lain di Pulau Jawa pun serupa dengan Jakarta, sebab banjir yang terjadi karena melupnya aliran sungai bisa menerjang kawasan manapun.

Seperti yang sudah terjadi di Provinsi Jawa Timur akhir Januari 2016 kemarin, banjir bandang membuat kaget penduduk Kabupaten Situbondo, Jatim. Seperti yang dikabarkan oleh Kantor Berita Antara, banjir bandang di Situbondo impaknya demikian parah. Sedikitnya ratusan rumah di tiga desa sekaligus diterjang derasnya banjir Sitobondo.

Berikut adalah 2 fakta yang bisa menjelaskan tentang kejadian banjir di Sitobondo, Jawa Timur:

  1. Banjir Situbondo terjadi akibat meluapnya Sungai Silogowo

Saat hujan deras mengguyur merata hampir di seluruh kawasan Jawa Timur pada tanggal 31 Januari 2016 kemarin, penduduk di sekitar Sungai Silogowo, Sitobondo awalnya sudah dibuat resah. Sebab intenstitas hujan yang semakin meningkat ditambah dengan hujan yang malah semakin deras bisa kapanpun meluapkan sungai. Akhirnya yang dikhawatirkan warga pun terjadi. Hujan bertambah semakin deras selama 2 jam, Sungai Silogowo kemudian meluap dan luapannya membanjiri deras tiga desa sekaligus. Banjir mencapai ketinggian 40 centimeter dan masuk ke dalam rumah-rumah warga. Tiga desa yang diterjang banjir luapan Sungai Silogowo berada di Kecamatan Bungatan, Sitobondo

 

  1. Banjir membuat kaget penduduk tiga desa sekaligus sebab banjir terjadi pukul 3 dinihari

Sejak malam hari selepas Isya awan pekat sudah menutupi hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Hingga dinihari hujan deras pun turun, 2 jam lebih hujan mengguyur seketika meluapkan aliran Sungai Silogowo. Pukul 3 dinihari tiga desa sekaligus di Kecamatan Bungatan diterjang derasnya luapan air. Tiga desa tersebut yakni Desa Silogowo, Desa Sumberanyar, dan desa Melandingan Wetan. Tiga desa itu lokasinya berada di dekat tepian sungai Silogowo. Walau tak ada korban jiwa yang hanyut terseret banjir, ratusan rumah di tiga desa terendam air hampir satu meter

Untuk diwaspadai, kemungkinan banjir di seluruh Pulau Jawa betul-betul sedang meningkat eksklasinya. Bahkan mengutip Kepala Pusat Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono R Prabowo, sepekan ke depan di awal bulan Februari 2016, potensi hujan akan semakin meningkat khususnya di Jawa hingga Nusa Tenggara. Potensi hujan ini disebabkan adanya daerah bertekanan rendah di sebelah utara Australia. Kondisi ini memberikan pengaruh tidak langsung di Indonesia dengan peningkatan terbentuknya awan hujan. (cal)

Img: tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *