Waspada Letusan Gunung Kerinci: 600 Meter Asap Tebal Mulai Menyembur

By | 12/04/2016

Gunung Kerinci Meletus

Satu hal yang perlu diingat, potensi bencana alam di Indoneisa itu datang silih berganti, saat sebagian besar kawasan di Indonesia masih bertahan dengan curah hujan yang deras, muncul kabar baru tentang peningkatan aktivitas gunung berapi, salah satunya adalah potensi letusan Gunung Kerinci yang mulai meningkat.

Gunung Kerinci adalah sebuah gunung berapi yang rawan meletus yang menjadi puncak tertinggi di Sumatera dan juga menjadi gunung berapi tertinggi di Indonesia. Gunung Kerinci berada di Provinsi Jambi dan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat. Menjadi bagian dari rangkaian panjang Pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pantai Barat Sumatera. Gunung Kerinci memiliki puncak tertinggi pada ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Puncak ini sekaligus mulut dari dapur lava yang terus bergejolak di bawah Gunung Kerinci.

Kabar terbaru yang dilansir dari Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kerinci, Yon Haides di Kerinci, mengatakan bahwa Gunung Kerinci kini sedang berada dalam potensi letusan. Kondisi terkini Gunung Kerinci pada Senin, 11 April 2016 kemarin masih menyemburkan asap tebal menyembur setinggi kurang lebih 600 meter dari mulut gunung. Walau dianggap belum berbahaya dan belum butuh mengungsikan penduduk, namun peningkatan aktivitas Gunung Kerincin ini membuat pesawat terbang dilarang untuk melintas di atas ruang udara Gunung Kerinci.

Selain melarang pesawat melintas di atas Gunung Kerinci, kabar tentang semburan asap pertanda peningkatan potensi letusan Gunung Kerinci ini membuat warga sekitar dilarang beraktivitas di zona berbahaya letusan Gunung Kerinci. Zona bahaya ini berada dalam radius sekitar 3 kilometer dari puncak gunung. Total ada 13 desa yang berada di kaki Gunung Kerinci harus terus menjaga separasi dengan bahaya letusan Gunung Kerinci. Warga yang berada di kaki gunung juga harus memastikan terus terhubung dengan Pusat Vulkanologi Gunung Kerinci.

Selain itu, aktivitas pendakian Gunung Kerinci pun dilarang total dan ditutup untuk sementara sampai aktivitas vulkanik Gunung Kerinci dianggap normal kembali.

Untuk diketahui, peningkatan aktivitas Gunung Kerinci ini berlangsung sejak awal Bulan April 2016. Sampai dengan tulisan ini diturunkan, aktivitas vulknanik Gunung Kerinci berada pada tingkat waspada level II.

Pantauan terakhir letusan Gunung Kerinci sejak Sabtu sampai Senin 9-11 April 2016 menunjukkan Gunung Kerinci menyeburkan asap tebal setinggi sekitar 300-600 meter. Getaran gempa akibat aktivitas di dalam dapur magma kerinci pun sampai berjumalh 105 kali selama 3 hari terakhir. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *