Waspada Bencana Kekeringan di Indonesia

By | 13/04/2016

Kekeringan Terparah di Jawa Tengah

Musim kemarau identik dengan kondisi berkurangnya curah hujan dan sering menyebabkan bencana kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Jika kondisi curah hujan pada musim kemarau berlangsung lebih panjang dari normalnya atau curah hujan berada di bawah normal, maka dipastikan pada beberapa wilayah terjadi kekeringan terutama daerah-daerah yang memang sering mengalami kekeringan. Kondisi ini tentu akan berdampak lanjut pada menurunnya ketersediaan air baik untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, maupun untuk pertanian.

Memasuki musim panas di akhir april 2016 Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih lama dibanding tahun lalu. Hal ini patu diwaspadi jika hujan tak turun dalam jangka waktu yang lama maka dipastikan akan terjadi kekeringan.

Musim kemarau yang lebih panjang tersebut menurutnya disebabkan karena dampak pemanasan global dan perubahan iklim secara ekstrem yang terjadi beberapa tahun terakhir. Panjangnya waktu musim kemarau diprediksi bakal memperparah bencana kekeringan tahun ini. Tahun lalu dengan kemarau yang lebih pendek, sejumlah bencana kekeringan terjadi di Bantul Yogyakarta dan tahun 2016 ini sudah terjadi di Kabupaten Nagekeo dan Timor Tengah Selatan, NTT.

Terutama masalah bagi pertanian masyarakat daerah yang sulit air kekeringan adalah faktor utama yang mengganggu produksi pertanian yang berdampak pada perekonomian buruk. Apalagi jika warga kesulitan mendapat air untuk memasak sehari-hari.

Berdasarkan kondisi ini, upaya antisipasi terhadap kekeringan perlu dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh LAPAN adalah melalui penyediaan informasi hasil pemantauan kondisi curah hujan dan Tingkat Kekeringan Lahan Sawah di beberapa daerah, khususnya Pulau Jawa dan Sumatera.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka diprakirakan tingkat kerawanan kekeringan pada lahan sawah terutama di Jawa dan Bali akan meningkat. Untuk itu perlu adanya antisipasi dini terhadap kemungkinan kekeringan pada wilayah tersebut. Sementara di Pulau Sumatera, antisipasi kekeringan sangat penting diupayakan agar kondisi kekeringan yang berpeluang terjadi tidak berakibat lanjut pada kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu upaya BPBD selanjutnya telah melakukan sejumlah persiapan menghadapi kemarau panjang. Antara lain membangun sumur dalam di lokasi yang kerap mengalami kekeringan saat kemarau.

sumber: http://pusfatja.lapan.go.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *