Upaya ACT Membuatkan Sumur dengan Program Wakaf

By | 10/08/2016

act-membuat-sumur-wakaf

Pengadaan sumur sebagai sumber air kehidupan, ternyata dampaknya hebat. Lihat saja air sumur yang terus mengalir itu akan menjadi pahala yang terus mengalir juga bagi pewakif, begitulah sekiranya upaya ACT membuatkan sumur dengan program wakaf. Bersinergi menagajak siapa saja yang mau bergabung untuk membantu mereka mendapatkan sumur sebagai sumber air berish untuk minum, mandi dan juga mencuci.

Mengapa program wakaf sumur ini begitu penting dan istimewa baik bagi wakif (pemberi wakaf) dan beneficeries (penerima manfaat). Aksi Cepat Tanggap sebagai lembaga yang terus bergerak membantu permasalahan masyarakat telah menyadari betapa pentingnya sumur bagi kehidupan masyarakat. Oleh kerana ACT itu tergerak untuk menjangkau daerah-daerah krisis air dan membangun sumur yang berasal dari wakaf.

Kepekaan terhadap sesama tentang masalah air mungkin belum begitu terlihat, namun jika mau melihat ke dearah-daerah sulit air, sedih rasanya jika membandingkan kehidupan kita yang mungkin tak mengalami kesulitan sama sekali dalam memperoleh air. Bahkan seringkali banyak yang tak sadar bahwa mereka yang di pedalaman, akses air yang sulit itu dianggap hal yang biasa. Bukan hanya karena daerahnya kering, tetapi juga dari sisi perekonomian warga yang tak mampu membuat sumur, terpaksa menempuh jarak jauh untuk mendapatkanya.

Wakaf sumur terbaru dibangun di Poncol Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulan, Bogor. Seperti inilah salah satu contoh pembangunan terbaru dari Divisi Social Development (Socdev) Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah membangunn fasilitas air bersih, yang dibiayai dari wakaf tunai publik, dan bantuan dari perusahaan asuransi, AXA Mandiri.

Sekilas keadaan Kampung Poncol lokasinya tergolong terisolir. Pasalnya, untuk berhubungan dengan warga kampung lain, warga memanfaatkan satu-satunya jalan berupa pematang sawah selebar kurang dari satu meter. Kendaraan bermotor yang bisa mengakses kampung Poncol.

Dikutip dari website act.id laporan tim wakaf denga salah satu warga di Poncol seperti ini:

“Sebelum warga Poncol memiliki fasilitas air bersih yang gampang diakses, mereka harus turun tebing setinggi 15 meter. Karena di dinding tebing tersebut mengalir air bersih yang bisa mereka pergunakan untuk berbagai keperluan. Sayangnya, jarak sumber mata air ke rumah mereka cukup jauh, sekitar 500 meter,” ungkap Eka.

Semoga semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam memenuhi kebutuhan air, program wakaf ACT membuatkankan sumur ini hanyalah perantara supaya semakin banyak yang peduli dengan kondisi mereka yang hingga saat ini masih kusulitan mendapatkan air bersih. (aly)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *