2 Tips UGM Bantu Masayarakat Siap Atasi Musim Kemarau 2016

By | 18/03/2016

kekeringan

Sebagai institusi pendidikan terbesar di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) seharusnya berperan lebih jauh dalam memberikan edukasi pada masyarakat dalam bidang apapun, tak terkecuali dalam urusan siap siaga bencana. Sebab, setelah rentetan kejadian derasnya musim hujan yang memicu banjir di tahun 2016 ini, tak lama lagi Indonesia akan memasuki fase musim kemarau panjang. Jika tak diantisipasi sejak dini, kemarau panjang akan mengulang lagi bencana kekeringan seperti yang terjadi tahun 2015 lalu.

Melihat potensi terulangnya kembali bencana kekeringan di Indonesia, universitas tertua dan terbesar di Indonesia ini punya tips untuk membantu masyarakat menghadapi bencana kekeringan tahun 2016 mendatang.

Berikut adalah 2 tips dari UGM agar masyarakat siap atasi musim kemarau:

  1. UGM akan terus mendorong masyarakat untuk menyiapkan tandon air secara mandiri

Lewat salah satu institusinya yakni Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, insitusi pendidikan terbesar ini sudah mulai menyiapkan strategi untuk mendorong masyarakat mampu menyiapkan tandon air secara mandiri untuk persiapan musim kemarau tahun 2016 ini. Mengutip dari Kantor Berita Antara, Direktur Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Djati Mardiatno menjelaskan bahwa fungsi tandon air atau penampung air sangat berguna saat kemarau. Malah justru sejak hari ini saat curah hujan masih tinggi, tandon air harus segera disiapkan. Nantinya lewat tandon air, UGM mengajarkan masyarakat untuk melakukan manajemen penyimpanan air yang memadai.

Lewat tandon air, cara penyimpanan air dapat dilakukan dengan teknik yang sederhana. Misalnya menyiapkan tanki air atau membuat kolam sederhana yang cukup bisa menampung air dalam jumlah banyak. Rencana menggerakkan masyarakat untuk menyiapkan tandon air sebagai solusi kekeringan ini akan dilakukan oleh UGM di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarat. Seperti yang sudah terjadi rutin selama bertahun-tahun, kasus kekeringan di kabupaten Gunung Kidul sangat parah. Kawasan yang selalu menjadi langganan kekeringan d Gunung Kidul meliputi Kecamatan Tepus, Panggang, Tanjungsari, Gedangsari, Saptosari, serta Rongkop.

 

  1. UGM menggerakkan masyarakat untu menyadari fungsi penting waduk untuk keburtuhan irigasi

Menurut PSBA UGM, bencana kekeringan di Indonesia sebetulnya hanya masalah sikap dalam menjaga tabungan ketersediaan air saat musim hujan. Sesungguhnya musim kemarau tak akan berubah menjadi bencana jika masyarakat memahami fungsi dari manajemen kebutuhan air. UGM akan mencoba mengajak petani dan masyarakat secara umum memahmi fungsi penyerapan air sebagai tabungan air untuk musim kemarau. Untuk skala yang lebih besar, UGM akan mengajak petani di daerah rawan kekeringan mulai menyiapkan persediaan air pada waduk sejak awal untuk kebutuhan irigasi. Menurut PSBA, seharusnya petani juga segera mengatur pola tanam sehingga begitu memasuki kemarau sudah siap. (cal)

Baca juga: Penyebab kemarau dan kekeringan di Indonesia

Img: bbc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *