Topan di Busan dan Puting Beliung di Indonesia, Apa Perbedaannya?

By | 06/10/2016

061016-typhoon

Rabu (5/10) lalu badai topan dahsyat melanda kawasan Busan, Korea Selatan. Bencana yang melanda kawasan pelabuhan terbesar di Korea Selatan ini diikuti dengan hujan dan angin kencang. Badai ini bahkan disebut menyerupai Tsunami karena dampaknya yang mengakibatkan gelombang air besar yang menyapu area perumahan.

Lalu sebenarnya, apa yang membedakan badai topan seperti di Busan dengan angin puting beliung yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia? Berikut secara rinkas perbedaannya.

Badai Topan
Badai topan atau seringkali disebut juga dengan istilah taifun merupakan fenomena alam yang terjadi ketika permukaan laut yang hangat di suatu area mengalami penguapan. Suhu hangat yang naik ke udara mengakibatkan tekanan udara di sekitarnya turun secara drastis dan menghasilkan badai tropis. Badai ini menarik angin yang berlalu di sekitarnya dan membuatnya berputar di atas permukaan laut. Putaran angin ini biasanya dipengaruhi oleh rotasi bumi. Oleh karena itu, badai topan tidak dapat terbentuk di daerah yang dikelilingi garis ekuator. Biasanya badai terbentuk sedikitnya dalam jarak 300 mil dari garis ekuator atau khatulistiwa. Dalam hitungan hari, badai tersebut akan membesar seiring dengan pertambahan angin yang dihisapnya. Sebuah badai dapat dikategorikan menjadi topan ketika kecepatan angin yang membentuknya mencapai 74 mil per jam atau sekitar 120 km/jam.

Angin Puting Beliung
Berbeda dengan badai topan, angin puting beliung bergerak secara garis lurus dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam. Angin puting beliung juga terjadi dalam durasi singkat kurang lebih 5 menit. Fenomena ini biasanya terjadi pada siang atau sore hari saat udara panas dan pengap akibat radiasi matahari. Oleh karena itu, gumpalan awan tumbuh secara vertikal dan mengakibatkan arus udara naik dan turun mengalir dalam kecepatan tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi menghempas ke daratan secara tiba-tiba dan berjalan secara acak menyebabkan angin ribut.

Kehadiran angin puting beliung masih sulit diprediksi. Biasanya angin berhembus secara tiba-tiba dengan area yang terdampak relatif kecil. Angin puting beliung memiliki panggilan berbeda-beda di berbagai daerah di Indonesia. Di daerah Jawa, angin puting beliung disebut juga angin Leysus, di daerah Sumatera disebut juga angin Bohorok.

Lebih lengkap: Apa itu Puting Beliung ? Penyebab dan Proses Terjadinya Puting Beliung

Sumber: reference.com/science/typhoon
Foto: NASA/GSFC Orbimage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *