Tindakan Antisipasi Kebakaran Hutan di Riau

By | 31/08/2016

antisipasi-kebakaran-riau

Bencana kebakaran hutan di Indonesia masih berpotensi terjadi kembali. Menurut laporan pengamantan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau masih terjadi di beberapa daerah. Lokasi kebakaran ditemukan di beberapa daerah antara lain di Kabupaten Siak, Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Kampar dan Rokan Hulu. Melihat kondisi tersebut sudah harus cepat melakukan antisipasi kebakaran hutan di Riau.

Jangan sampai bencana asap terjadi kembali menyelimui Riau. Lokasi terdampak asap yang paling parah ada di Kabupaten Bengkalis Riau yang kategori asap sedang hingga sangat tidak sehat. Hasil Pengukuran kualitas udara di Duri Field Kabupaten Bengkalis menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) 287 psi yang berarti Sangat Tidak Sehat. Batas ISPU Sangat Tidak Sehat adalah 200 – 299 psi.

Meskipun saat ini keadaan masih normal, antisipasi kebakaran hutan di Riau harus tetap ditingkatkan mengingat banyak titik potensi penyebab karhutla. Satelit Himawari dari BMKG dan satelit Modis dari NASA mendeteksi sebaran asap dengan konsentrasi tipis hingga sedang di wilayah Singapura dan sebagian Malaysia pada Sabtu (27/8/2016) pukul 13.00 Wib.

Tim Disaster Management Istitute of Indonesia (DMII) dari Aksi Cepat Tanggap melakukan kunjungan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) di Jakarta, suasana sedang gaduh lantaran tersiar kabar asap dari Indonesia sudah sampai ke Singapura. Jika asap sudah mencapai negara-negara tetangga, bisa jadi nama buruk bangsa seperti kasus tahun 2015.

Menurut Insan Nurrohman, Direktur Eksekutif DMII, menyikapi kondisi saat ini, tak cukup sekadar menebar polemik seputar penyebab karhutla. “Semua pihak, baik pemerintah, korporat, relawan, maupun masyarakat, seyogyanya bahu-membahu mengatasi dampak kebakaran hutan sesuai dengan kemampuannya,” ungkap Insan.

Upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau terus dilakukan. BNPB menyebutkan sebanyak 7.200 personil satgas darat dan satgas udara dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. BNPB mengerahkan 3 helikopter water bombing, 2 pesawat Air Tractor water bombing dan 1 pesawat Casa untuk hujan buatan. Sebanyak 21,7 juta air sudah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Riau. Begitu juga 40 ton garam dapur (NaCl) telah ditaburkan ke awan-awan untuk dijatuhkan menjadi hujan. Ribuan sekat kanal, embung dan sumur telah dibangun untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

sumber: bnpb.go.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *