Ternyata Anak Gaza Palestina Bermimpi Bisa Sekolah Balet

By | 03/12/2015

Sekolah-Balet-di-Gaza

Konflik di negeri-negeri Timur Tengah memang belum berakhir. Entah sampai kapan deru peluru dan pelampiasan ego dan keserakahan membombardir kedamaian di negeri-negeri Timur Tengah. Ketika dunia masih bergidik takut dengan militan ISIS yang masih berkonflik panas dengan Bashar al Assad, Rusia dan gabungan militer Amerika. Tak jauh dari Suriah, kekacauan dan penderitaan rakyat Gaza, Palestina pun belum berakhir. Selama puluhan tahun Gaza harus menerima kenyataan sebagai wilayah yang terokupasi atau tercaplok terus menerus oleh kebijakan penuh ego pemerintah Israel. Hingga hari ini, penduduk Gaza masih hidup jauh di bawah kata layak. Namun jangan salah, di antara kekacauan Gaza, masih ada senyum dan harapan anak-anak kecil yang bisa memercik harapan baru.

Seperti yang dilansir dari laman CNN, laporan langsung dari Gaza Palestina mengisahkann bahwa kini sekolah di Gaza adalah satu-satunya wilayah yang menjadi surga dari ketenangan dan ketertiban. Penuh dengan keceriaan anak-anak yang tulus. Bahkan di salah satu sudut sekolah di Gaza, Lima puluh anak perempuan berusia 5-8 tahun saat ini terdaftar di sekolah balet di Al-Qattan Center for Children di Gaza.

Lewat pengarahan langsung dari seorang relawan guru dari Ukraina, instruktur itu mengawasi dengan cermat latihan anak-anak Gaza dalam belajar tarian balet. Sekolompok anak perempuan lucu yang masih sangat polos berputar dengan ujung jari kaki mereka, meliukkan badannya bak penari balet profesional. Lengkap dengan gaun indah berwarna merah muda dengan rok yang menjulur dan berputar mengikuti gerakan sekelompok gadis mungil itu. Bagi sebagian anak-anak perempuan di Gaza, sekolah balet adalah salah satu kelas paling populer yang dijalankan oleh institut kesenian Al-Qattan Center for Children.

Dikutip dari Reuters dan CNN, pada kenyataannya di antara kecamuk perang Palestina dan Israel yang bergulir tanpa henti, banyak mimpi anak-anak gadis di Gaza yang ingin bersekolah balet. Namun selama ini, Pusat Kegiatan Budaya Qattan sangat sulit untuk mendatangkan instruktur balet dari luar.

Hal ini membuktikan bahwa kini yang paling dibutuhkan masyarakat Gaza adalah pengobatan psikis atau trauma healing dalam bentuk sekolah-sekolah seni yang bisa membangkitkan kembali kebahagiaan mereka.

Untuk diketahui, sejak tahun 2007 silam ketika pertama kali Gaza dikuasai oleh kelompok Hamas untuk membendung serangan dari militer Israel. Ribuan anak-anak Gaza harus menerima kenyataan hidup di bawah ancaman desingan peluru. Bahkan semenjak Mesir dan Israel memblokade wilayah tersebut, aliran barang dan manusia yang masuk ke Gaza dipantau sangat ketat.

Kini di hampir 50% dari total 1,8 juta penduduk Gaza adalah anak-anak muda di bawah umur 18 tahun. Dalam beberapa tahun ke depan, masa depan Gaza ada di tangan anak-anak muda ini. Jangan sampai peradaban Gaza harus terputus karena perang. (cal)

img : reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *