Temuan Sesar Kendeng, Potensi Baru Pemicu Gempa di Jawa Timur

By | 02/05/2016

pegunungan kendeng

Gempa bumi di Pulau Jawa memang bukan lagi hal yang baru. Sudah sejak berabad silam Pulau Jawa, terutama wilayah bagian selatan dikenal dengan potensi gempanya yang cukup masif. Hal ini menjadi wajar sebab wilayah Selatan Pulau Jawa memang menjadi jalur pertemuan dari dua lempeng besar benua, yakni lempeng Eurasia dan lempeng Indo Australia.

Namun demikian, walau gempa bumi di banyak lokasi di Pulau Jawa bukan lagi jadi hal baru, nyatanya penelitian tentang potensi gempa bumi di Jawa belum terlalu banyak dipublikasikan atau malah belum banyak yang meneliti. Apalagi untuk melihat bagaimana besaran potensi gempa di wilayah Jawa Timur.

Baru-baru ini, sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letter telah mengungkap kenyataan baru dalam kajian kegempaan di Pulau Jawa, khususnya gempa di wilayah Jawa Timur. Menurut penelitian tersebut, terungkap bahwa sesar Kendeng atau patahan Kendeng nyatanya aktif dengan pergerakan yang cukup kuat, yakni 5 milimeter per tahun. Jika benar demikian, maka sesar Kendeng ini bisa jadi ancaman baru dalam potensi gempa di Jawa Timur.

Gempa yang berpotensi timbul dari Sesar Kendeng ini memang belum terlalu jauh diteliti. Namun ada kemungkinan besar daerah yang dilewati oleh patahan Kendeng ini berpotensi tinggi munculnya gempa. Sesar Kendeng melintang dari barat ke timur sejauh 300 kilometer. Titik sebelah baratnya mulai dari selatan wilayah Semarang Jawa Tengah, sampai dengan kawasan Jawa Timur.

Penelitian tentang potensi gempa di Jawa Timur yang bersumber dari Sesar Kendeng ini dilakukan oleh pakar tektonik Irwan Meilano dari Institut Teknologi Bandung (ITB), S Susilo dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan peneliti dari Australia National University. Gabungan peneliti ini sampai sejauh ini setidaknya telah memberikan pemahaman baru tentang potensi gempa yang menjajar di Pulau Jawa. Pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia, bahkan juga termasuk terpadat di dunia.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan, Sesar Kendeng terbentuk dari mekanisme kompresi atau penekanan busur gunung berapi yang berada di Jawa Tengah hingga Jawa Timur sejak zaman mio-pliosen atau berjuta tahun silam.

Walaupun penemuan gerakan sesar Kendeng ini dianggap penting bagi ilmu pengetahuan kegempaan di Indonesia, namun Irwan Meilano mengatakan masyarakat tak perlu panik dan khawatir, namun tetap jangan melemahkan kewaspadaan. Sebab sampai detik ini, gempa bumi yang dihasilkan dari pergerakan sesar Kendeng belum terlalu besar. Berbeda dengan patahan Flores yang berada di dekat Bali dan sepanjang Pulau Flores, gempa yang diakibatkan oleh patahan Flores ini selalu berada dalam kekuatan yang besar, seringkali di atas 6 skala richter.

Tetap waspada, dan terus mencoba bersahabatlah dengan fenomena gempa bumi. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *