Taqwa Maksimal, Ramadhan Optimal

By | 19/06/2015

taqwa-ramadhan-optimal

Sebutkan apa bekal hidup paling berharga dalam mengarungi peliknya kehidupan? materi yang berkecukupan? Kebahagiaan duniawi?

Nyatanya bekal hidup yang paling berharga dalam diri seorang muslim adalah taqwa. Ketaqwaan akan menjadikan hidup lebih bermakna dan jauh dari kegelisahan. Taqwa adalah kunci keseimbangan, kunci keberkahan. Jika taqwa sudah diraih maksimal maka kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat akan mengikuti tanpa perlu ditunggu.

Bagi sebagian besar umat muslim, terutama kaum laki-laki, taqwa adalah kata yang amat sering terdengar. Tiap khutbah jumat, seorang khatib yang naik ke mimbar menjadikan ajakan dan seruan untuk menambah taqwa sebagi bagian wajib dari sesi khutbahnya.

Namun apakah seluruhnya kita telah mengerti dan menerapkan ketaqwaan yang maksimal?

Ketika sahabat Rasulullah bernama Abu Dzarr Al-Ghifari datang menemui Rasulullah SAW untuk meminta pesan dan wejangan. Maka pesan paling utama yang Rasulullah berikan adalah taqwa. Rasulullah berkata : Saya wasiatkan kepadamu, bertaqwalah engkau kepada Allah karena taqwa itu adalah pokok dari segala perkara” (Nasr bin Muhammad bin Ibrahim, Kitab Tanbih al-Ghofilin li Abi Laits As-Samarkindi).

Jika dibedah berdasarkan kebahasaan, taqwa memiliki arti takut atau mencegah dari sesuatu yang dibenci dan dilarang. Sedangkan berdasar pada istilah, taqwa dapat disimpulkan sebagai takut berbuat syririk kepada Allah dan selalu mengerjakan ketaatan kepada-Nya.

Dikutip dari pendapat Abu Yazid yang disadur oleh Imam Qurtubi mengatakan bahwa, orang yang bertaqwa itu adalah orang yang apabila berkata, maka ia akan berkata karena Allah, dan apabila berbuat, maka ia akan berbuat dan beramal karena Allah.

Mengingat urgensi yang demikian tinggi dari taqwa, maka ramadhan tahun ini tak bisa disiasiakan sebagai titik momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan taqwa. Tak usah langsung terburu-buru berambisi untuk mencari taqwa tertinggi. Ketaqwaan maksimal dapat dicari dari mulai hal-hal terkecil.

Umumnya pada ulama menentukan bahwa taqwa dapat diracik dan ditumbuhkan dalam hati setiap muslim dengan cara: “Menjaga diri dari perbuatan maksiat, meninggalkan dosa syirik, perbuatan keji dan dosa-dosa besar, berperilaku dengan adab-adab syariah yang diperintahkan disukai oleh Allah SWT”.

Jika kebaikan dan amalan baik selama ramadhan telah optimal dilakukan, InsyaAllah ketaqwaan akan maksimal terpenuhi dengan sendirinya.

Allah telah menjanjikan banyak sekali ganjaran luar biasa bagi siapa saja yang mau dan mampu konsisten bertaqwa kepada-Nya, di antaranya adalah dibukakan baginya jalan keluar ketika menghadapi berbagai persoalan hidup (QS Ath-Thalaq: 2), memperoleh rezeki dari sumber yang tidak pernah disangka sebelumnya (QS At-Thalaq:3), dimudahkan segala urusannya (QS Al-Thalaq:4), diampuni segala dosanya dan kesalahannya, bahkan janji Allah akan melipatgandakan pahala baginya (QS Al-Thalaq: 5), orang yang bertaqwa pun tidak akan pernah merasa takut, mengeluh, was-was dan sedih hati (QS Yunus: 62-63), dan terakhir orang yang bertaqwa akan memperoleh berita gembira, baik di dunia maupun diakhirat (QS Yunus: 64). (CAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *