Solusi Ringkas Atasi Kabut Asap

By | 23/01/2017


Indonesia sebagai negara dengan jumlah hutan hujan tropis yang cukup banyak menjadikan negara ini rawan pula terkena bencana kebakaran hutan. Pulau Sumatera dan Kalimantan sebagai daerah dengan presentase ketersediaan lahan hutan yang cukup banyak di Indonesia, hampir setiap tahun harus merasakan dampak buruk kebakaran hutan di wilayah mereka.  Kebakaran hutan dapat terjadi karena beberapa faktor utama yaitu karena alam itu sendiri serta akibat ulah manusia. Kebakaran hutan yang diakibatkan oleh fenomena alam dapat terjadi akibat sambaran petir yang menghancurkan pepohonan, apabila petir tersebut menyambar lahan atau hutan yang pepohonannya sudah kering, maka kebakaran dapat terjadi. Selain itu, kebakaran hutan akibat fenomena alam dapat pula terjadi akibat letusan gunung berapi, api yang keluar dari bentukan lahar panas dapat dengan cepat menyambar pepohonan dan biota hutan lainnya dalam waktu singkat.

Selain diakibatkan oleh fenomena alam, kebakaran hutan dapat pula terjadi akibat ulah manusia. Manusia yang dikaruniai sifat serakah terkadang dengan semena-mena membakar hutan untuk memperluas lahan perkebunan kelapa sawit atau perkebunan karet. Fenomena kebakaran hutan mau tidak mau menjadikan kabut asap yang ditimbulkan mengganggu aktivitas hidup manusia. Bukan hanya mengganggu aktivitas hidup manusia, kabut asap dapat pula menimbulkan penyakit seperti batuk-batuk ringan hingga berat, juga penyakit yang lebih berbahaya seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan), bahkan lebih parahnya dapat berujung kematian. Hal-hal menyeramkan tersebut dapat saja terjadi apabila kabut asap tidak tertangani dengan baik.

Berikut akan dijelaskan bagaimana cara ringkas untuk menghadapi bahaya kabut asap

1. Pakai masker sekalipun masih berada di dalam rumah

Pemakaian masker di daerah terdampak kabut asap bukan hanya diperlukan apabila berada di lur ruangan. Daerah terdampak kabut asap berat, sekalipun berada dalam ruangan, asap dapat dengan mudahnya untuk masuk ke rumah-rumah warga. Pemakaian masker dapat mengurangi zat-zat berbahaya yang dapat masuk ke saluran nafas karena masker dapat berfungsi sebagai penyaring udara.

2. Lebih sering minum air putih dan mengkonsumsi buah-buahan serta sayuran

Kehilangan cairan tubuh akan lebih cepat terjadi apabila sistem tubuh bekerja dengan lebih keras. Minum air putih serta mengkonsumsi makanan bergizi akan membantu tubuh untuk menghalan kuman dan bakteri yang akan menimbulkan penyakit.

3. Menghindari aktivitas di luar rumah

Seperti yang kita telah ketahui, area luar ruangan merupakan daerah paling potensial terkena dampak buruk kabut asap. Ketidaktersediaan penyaring udara di alam bebas akan memperburuk suasana. Maka dari itu, sebisa mungkin jangan melakukan aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap terjadi.

4. Menanam tanaman hias pembersih ruangan

Menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan Associated Landscape Contractor of America (ALCA) yang telah melakukan peneltian terhadap beberapa jenis tumbuhan. Hasilnya beberapa tanaman hias dalam ruangan ternyata mampu menyerap polutan dan gas-gas berbahaya seperti benzena, xylene, formaldehida, xilena, nitrogen oksida dan berbagai macam zat kimia lain yang diakibatkan kabut asap pembakaran hutan yang hadir di udara sehingga ruangan Anda menjadi bersih dan sehat bagi Anda dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *