Sittwe, Kota yang Menangis bagi Etnis Rohingya

By | 12/01/2017

Sittwe merupakan ibukota provinsi Rakhine, Myanmar. Sittwe adalah provinsi kedua paling miskin di negara Myanmar. Kota ini berbatasan langsung dengan sungai Kaladan yang berujung di laut Bengal. Dekatnya Sittwe dengan sungai dan laut menjadikan kota ini memiliki penduduk dengan mayoritas mata pencaharian sebagai nelayan. Di kota ini lebih dari 250.000 penduduk Myanmar ber-etnis Rohingya mengamankan diri.

Beberapa waktu belakangan,santer berita terdengar tentang intimidasi yang berujung pemusnahan massal bagi rakyat Myanmar dengan etnis Rohingya. Permasalahan ketiadaan warganegara disinyalir menjadi pokok permasalahan yang dialami mereka.

Perilaku semena-mena yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab kepada etnis Rohingya bukanlah yang pertama kali kita dengar, sejak 2012 silam, Rohingya mengambil alih perhatian dunia karena penindasan yang berujung pembunuhan massal serta perusakan sejumlah bangunan pribadi etnis tersebut. Kabar terkini, 1,3 juta penduduk Rohingya melarikan diri ke negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

Sittwe sampai sekarang masih menjadi saksi ratusan ribu pengungsi Rohingya terkatung-katung tidak memiliki rumah maupun negara. Ripuh yang mereka rasa bukan lagi perkara ringan, sewaktu-waktu rongrongan mesiu bisa saja hinggap di dada atau kepala mereka. Rohingya masih saudara kita, Rohingya masih butuh kita. Sedalam-dalam duka mereka semoga membangkitkan kepedulian kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *