Sering Menunda Berbuka Puasa Ramadhan? Begini Efeknya pada Tubuh

By | 15/06/2016

menunda berbuka

Puasa Ramadhan adalah momentum baik bagi tubuh untuk membuang segala macam penyakit dan racun yang bertumpuk. Sebab puasa akan menyediakan waktu bagi tubuh terutama organ pencernaan untuk beristirahat sejenak. Namun apa jadinya jika puasa Ramadhan malah disikapi dengan cara yang salah. Terkadang kesibukan pekerjaan malah memaksa Kita untuk menunda berbuka puasa. Jika sudah berkali-kali menunda berbuka puasa, apa efeknya bagi tubuh?

Padahal dalam banyak hadits, banyak Sahabat Rasulullah yang sepakat bahwa anjuran utama ketika Maghrib sudah berkumandang adalah menyegerakan segera membatalkan puasa. Mengapa demikian? Sebab menunda berbuka puasa malah memilki peluang untuk membuat tubuh menerima perlakuan yang di luar batas. Bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang tak berdampak negatif pada tubuh, terutama pencernaan.

Jika sering menunda berbuka puasa Ramadhan, bagaimana efeknya pada tubuh?

  1. Menunda berbuka puasa akan menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi berlebihan

Bagi Kita di Indonesia, durasi 13 jam berpuasa sudah cukup untuk membuat tubuh merasa haus dan lapar. Namun rasa haus seringkali jauh lebih kuat dibanding lapar itu sendiri. Hal ini wajar sebab tubuh pada dasarnya lebih membutuhkan asupan air yang tercukupi untuk beraktivitas sehari-hari. Jika menunda untuk berbuka puasa. Maka tubuh dipastikan akan masuk dalam fase dehidrasi. Jika sudah fatal, dehidrasi akan membuat kinerja otak terganggu dan akan membuat anomali dalam sistem organ tubuh keseluruhan.

Jika tak ingin hal demikian terjadi, maka segerakan santap berbuka puasamu dan pastikan asupan air minum untuk tubuh tetap terpenuhi. Bisa juga ditambahkan dengan segelas jus segar untuk melengkapi konsumsi air putih.

  1. Menunda berbuka puasa memicu munculnya asam lambung atau Gastritis

Kondisi buruk lainnya yang bisa terjadi jika menunda berbuka puasa adalah munculnya asam lambung yang berlebihan atau gastritis. Asam lambung pada dasarnya digunakan tubuh untuk memecah segala zat gizi dari makanan yang kita konsumsi. Namun jika waktu berbuka puasa ditunda, yang terjadi adalah asam lambung akan berada dalam kondisi yang berlebihan di dalam lambung, sementara itu kondisi lambung masih tetap kosong karena belum diisi makanan. Imbasnya perut akan merasa seperti melilit sakit. Memicu sakit maag yang perih.

Mencegah terjadinya peningkatan asam lambung atau gastritis, upaya paling penting adalah jangan sekalipun menunda waktu berbuka puasa. Selain itu pastikan pula konsumsi berbuka puasa dilengkapi dengan serat yang cukup dari buah dan sayur untuk menetralkan asam lambung. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *