Sejarah Letusan Gunung Sinabung

By | 01/09/2016

sejarah-letusan-gunung -sinabung

Thun 2016, Gunung Sinabung masih terus erupsi dan belum menunjukkan tanda-tanda zona aman memunculkan rasa ingin mengetahui bagaimana sejarah letusan gunung Sinabung di Indonesia. Gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia dengan ketinggian gunung ini adalah 2.451 mdpl.

Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, Gunung Sinabung tercatat mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini. Probem yang ditimbulkan sangat luar biasa, masyarakat harus mengungsi dan meninggalkan tempat tinggal dan lahan di zona bahaya erupsi.

Sejarah letusan hebat Sinabung terjadi pada 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB , gunung Sinabung mengeluarkan lava. Status gunung ini dinaikkan menjadi Awas. Sekurangnya ada 12000 jiwa yang harus cepat dievakuasi dan ditampung di 8 lokasi. Abu Gunung Sinabung cenderung meluncur dari arah barat daya menuju timur laut. Saat itu sebagian Kota Medan juga terselimuti abu dari Gunung Sinabung.

Letusan susulan terjadi pada3 September, terjadi 2 letusan. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Letusan pertama menyemburkan debu vuklkanis setinggi 3 kilometer.Letusan kedua terjadi bersamaan dengan gempa bumi vulkanis yang dapat terasa hingga 25 kilometer di sekitar gunung ini.

Pada tanggal 7 September tahun 2010 terjadi letusan terbesar sejak awal mula meletus pada 29 agustus. Suara letusan ini terdengar sampai jarak 8 kilometer. Debu vulkanis ini tersembur hingga 5.000 meter di udara. Kemudian perlahan kembali mereda dengan status warpada erupsi.

Letusan kembali terjadi di tahun 2013, Gunung Sinabung telah terjadi 4 kali letusan. Letusan pertama terjadi ada tanggal 15 September 2013 dini hari, kemudian terjadi kembali pada sore harinya. Pada 17 September 2013, terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari. Letusan ini melepaskan awan panas dan abu vulkanik.

Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas sehingga tidak ada peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit dan Berastagi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga pemukiman sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman. Akibat peristiwa ini, status Gunung Sinabung dinaikkan ke level 3 menjadi Siaga. Setelah aktivitas cukup tinggi selama beberapa hari, pada tanggal 29 September 2013 status diturunkan menjadi level 2, Waspada.

Sejak letusan pada 2013 hingga tahun 2016 saat ini erupsi masih terus terjadi, status gunung Sinabung berubah-ubah antara siaga dan waspada. Hal ini mengharuskan masyarakat meninggalkan zona bahaya, mereeka telah mengungsi hampir 3 tahun terpakasa meningglakan pemukiman dan lahan. Masalah lainnya adalah ketika erupsi terjadi, lahan pertanian gagal panen akibat sauran rusak tertimpa debu vulkanik.

Baca juga Fakta Pengungsi Gunung Sinabung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *