Satu Juta Anak di Afrika Mengalami Gizi Buruk, Bagaimana Keadaaannya?

By | 23/02/2016

gizi buruk afrikaDi antara kemelut perang Suriah yang menyita perhatian dunia, Benua Afrika sampai detik ini pun masih menyimpan sejuta masalah kemanusiaan yang tak bisa juga diabaikan. Bahkan kemelut penderitaan kemanusiaan yang terjadi di Afrika bisa jadi punya impak yang jauh lebih mematikan ketimbang apa yang disebabkan oleh derita perang Suriah.

Mengapa bisa demikian? bagaimana sesungguhnya kondisi terbaru jutaan problem kemanusiaan dan kemiskinan yang memicu penderitaan warga Afrika? Baru-baru ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan rilis terbaru tentang kondisi gizi buruk di Benua Afrika.

Dalam risilan yang diterima oleh media di seluruh dunia tersebut, PBB lewat Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Children’s Fund/UNICEF) memberikan gambaran nyata bahwa hari ini, detik ini, sedang terjadi masalah kemanusiaan yang betul-betul serius di Benua Afrika. Menurut UNICEF sedikitnya ada satu juta anak-anak di Afrika sedang mengalami gizi buruk akut dan mereka butuh perawatan segera untuk memulihkan kondisi tubuhnya keluar dari kondisi gizi buruk.

Apa yang menjadi penyebab satu juta lebih anak-anak di Afrika mengalami gejala gizi buruk akut? Kesimpulan awal yang disebut oleh UNICEF mengatakan bahwa perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem selama dua tahun terakhir di Afrika menjadi salah satu pemicu besarnya angka kasus gizi buruk di Afrika. Apalagi ditambah pula dengan kuatnya fenomena El Nino selama tahun 2014-2015, pada akhirnya El Nino telah menyebabkan kejadian kekeringan parah dan musim kemarau panjang di Afrika.

Salah satu negara dengan jumlah angka anak-anak dengan gizi buruk terbanyak adalah Malawi. Negara miskin yang sekian tahun terakhir semakin meningkat kasus gizi buruknya akibat kemarau panjang. Di Malawi, krisis pangan terburuk diperkirakan akan terjadi selama tahun 2016 ini. Lebih dari 15 persen penduduk Malawi hari ini sedang terancam kelaparan. Kasus kekurangan gizi akut telah melonjak sampai 100 persen dari Desember 2015 hingga Januari 2016.

Selain Malawai, ada pula negara Lesotho dan , Somalia, dan sebagian besar negara-negara di Afrika Tengah telah mengumumkan status darurat gizi buruk yang mengintai ratusan ribu anak-anak di negaranya. UNICEF mengatakan setidaknya butuh sebanyak 38 juta dollar AS untuk menyelesaikan masalah gizi buruk di Afrika.

Bahkan laporan lainnya yang dirilis UNICEF dari Ethiopia, jumlah jiwa yang mengalami gizi buruk dan sangat membutuhkan bantuan makanan telah menembus angka 10 juta sampai 18 juta orang untuk data sampai akhir tahun 2016 ini.

Salah satu jalan solusi menyediakan bantuan pangan bagi negara-negara terdampak gizi buruk di Afrika adalah dengan melakukan distribusi daging qurban secara global. Program Global Qurban yang diinisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap tiap tahunnya rutin mendistribusikan bantuan daging qurban untuk masyarakat di Somalia dan negara-negara Afrika lainnya. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *