Sampah Pekanbaru Mencapai 500 ton Sehari!

By | 09/05/2016

sampah pekanbaru

Sampah adalah masalah utama sebuah Kota. Tumpukan sampah adalah sumber penyakit, apalagi sampah yang jumlahnya mencapai ribuan, puluhan ribu, bahkan ratusan ribu ton! Jangan bayangkan berapa banyak tumpukan sampah di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Baru-baru ini ada rilisan informasi valid yang dikeluarkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru, data tersebut menunjukkan bahwa rupanya masalah sampah juga sedang terjadi di Kota Pekanbaru.

Berapa jumlah sampah yang setiap hari diproduksi oleh warga Pekanbaru? 

Mengutip rilisan Dinas Kebersihan Kota Pekanbaru yang dimuat dalam laman Kantor Berita Antara, jumlah sampah yang dihasilkan oleh Kota Pekanbaru dalam satu hari saja bisa berjumlah sampai dengan 500 ton/hari!

Jumlah sampah sebanyak itu dihasilkan oleh penduduk Pekanbaru yang seluruhnya berjumlah sekitar 1,3 juta penduduk. Jadi, jika dijumlah kasar, setiap satu orang penduduk Pekanbaru menghasilkan sampah sampai dengan 2,6 kilogram setiap harinya

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pekanbaru, Edwin Supradana, di Pekanbaru mengatakan bahwa jumlah sampah di Pekanbaru ini terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah sampah di Pekanbaru ini pun jadi masalah serius yang tak bisa dianggap remeh. Sebab, sampah dan penumpukan sampah serta penyakit sosial membuang sampah sembarangan adalah pemicu dari bencana banjir.

Selama puncak musim hujan tahun 2016 ini, tercatat banyak kejadian banjir di Pekanbaru dan sekitar Provinsi Riau terjadi karena mulai rusaknya kondisi bantaran sungai. Sementara itu, sampah yang dibuang sembarangan oleh jutaan warga Pekanbaru di aliran sungai menjadikan aliran sungai makin terhambat. Imbasnya jika hujan deras datang, air sungai akan seketika meluap dan berakhir pada bencana banjir di Pekanbaru dan sekitarnya.

Masalah sampah tak bisa dimungkiri memang jadi masalah pelik hampir di seluruh kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Sudah banyak yang memahami bahwa sampah adalah masalah yang menjadi pemicu dari bencana banjir, namun tetap saja banyak masyarakat yang masih mengelola sampah dengan cara konvensional.

Kebanyakan masyarakat di Indonesia hanya membuang sampah sebagai barang yang tak bisa lagi dipakai. Membuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir, atau lebih buruk lagi membuang sampah ke aliran sungai.

Bayangkan saja, di Pekanbaru, menurut data dari Dinas Kebersihan setempat ada 69 persen warga yang membuang sampah ke tempat pembuangan akhir.

Sementara itu hanya ada 10 persen yang mengubur sampah dan menjadikannya sebagai bahan kompos, 7 persen didaur ulang, 5 persen sistem pengelolaan dengan cara membakar, dan 7 persen tidak dikelola sama sekali. (cal)

Img: jakrev

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *