Ribuan Jiwa Terancam Kelaparan di Papua Akibat Bencana Hujan Es

By | 14/07/2015

bencana-hujan-es-papua

Menjelang masuknya hingar-bingar perayaan lebaran dan rutinitas mudik di kota-kota besar di Indonesia, ternyata kabar menyedihkan datang dari kawasan Tanah Papua di ujung Timur Indonesia. Kabar itu datang dari Kabupaten Puncak yang berada di pegunungan tengah Papua, salah satu titik paling tinggi di negeri ini. Bencana hujan es yang terjadi berturut-turut selama beberapa hari menyebabkan penduduk di tiga kampung di wilayah Distrik Agadugume terancam kelaparan.

Bencana hujan es memang hampir terjadi setiap tahunnya, terutama di bulan Juni-Juli. Akibat butiran es yang menutupi tanaman, menyebabkan tanaman milik penduduk membusuk. Akibatnya belasan ribu dari penduduk terancam kelaparan. Imbas dari hujan es itu , beragam tanaman umbi-umbian yang menjadi bahan makanan pokok bagi warga Agadugume mati, tak bisa dipanen apalagi dikonsumsi. Tiga kampung di Distrik Agadugume yang terkena dampak bencana hujan es itu adalah Agadugume, Tuput, dan Kampung Jiwot total keseluruhan penduduk yang berada dalam ancaman kelaparan masal ada sekitar 11.000 jiwa.

Beberapa dekade lalu, tepatnya di tahun 1992 kejadian serupa pernah terjadi pula di Kampung Kuyawage, Distrik Tiom, Kabupaten Jayawijaya. Akibat hujan es dan cuaca ekstrem yang dingin dan kering mengakibatkan bencana kekeringan berkepanjangan. Tanaman di kebun pun mati dan terjadilah bencana sosial kelaparan masal. Kala itu seperti yang dilansir laman Kompas, banyak penduduk yang meninggal akibat diare, karena stok makanan yang nihil mereka terpaksa memakan ubi yang telah membusuk akibat hujan es.

Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG wilayah Jayapura, ternyata fenomena alam yang terjadi di Distrik Agadugume, Kabupaten Puncak bukanlah serupa hujan es, melainkan adalah embun membeku yang mirip dengan fenomena alam di Pegunungan Dieng, Jawa Tengah.

Kini, seluruh wilayah Indonesia memang sedang mengalami ancaman cuaca ekstrem panas dan udara yang kering akibat memasuki musim kemarau. Khusus untuk wilayah papua, musim kemarau yang mendera selama dua pekan terakhir menjelang lebaran ini berlangsung lebih ekstrem dibanding wilayah lainnya. Karena secara tidak langsung dipengaruhi oleh dua siklon tropis yang berpusat di Pasifik, timur laut Filipina dan Laut Cina Selatan.

Akibat fenomena itu, wilayah dataran rendah di Papua akan mengalami curah hujan yang sangat rendah, sedangkan wilayah pegunungan tinggi yang berada di tengah papua terjadi kondisi esktrem berupa panas terik di siang hari dan suhu yang amat dingin menusuk tulang di malam hari, bahkan bisa mencapai titik beku layaknya musim dingin di wilayah Eropa. Karena suhu dingin inilah yang kemudian menyebabkan turunnya embun dan berubah menjadi butiran es selama beberapa hari.

Karena suhu dingin di malam hari yang mencapai titik beku, uap air yang berada di atas tanah dan yang menempel di tanaman akhirnya berubah menjadi es dan mematikan tanaman umbi-umbian milik warga.

Hingga artikel ini diturunkan, bencana matinya tanaman pangan milik warga akibat suhu esktrem di Papua belum menjadi perhatian banyak pihak. Padahal mereka, belasan ribu warga Agadugume adalah sama-sama saudara sebangsa dan setanah air yang kini sedang terancam oleh bencana kelaparan masal. Jangan sampai derita dan kesedihan mereka tak terdengar sama sekali, tenggelam oleh hingar-bingar kemewahan ibukota menjelang lebaran. (CAL)

4 thoughts on “Ribuan Jiwa Terancam Kelaparan di Papua Akibat Bencana Hujan Es

  1. Vvnnn

    Keren.. Makasih udh bantu. Soalnya ada tgas dri skolah..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *