Resiko Wilayah Kebakaran Hutan Ada di 5 Provinsi

By | 16/08/2016

wilayah-kebakaran-hutan

Kebakaran di lahan hutan Indonesia masih terus mengancam, karena ada oknum yang memang sengaja melakukan pembakaran. Setelah membandingkan “titik api” kebakaran pada citra satelit dan berbagai peta tata guna lahan, pemerintah menetapkan bahwa kebakaran sebagian besar terjadi di areal Hutan Tanaman Industri dan perkebunan kelapa sawit. Ada 5 provinsi yang baru saja dilansir oleh BNPB masih beresiko menjadi wilayah kebakaran hutan di tahun 2016 ini.

Dikuptip dari situs resmi bnpb.go.id, dalam upaya mengantisipasi karhutla maka Gubernur dari 5 provinsi telah menetapkan status siaga darurat menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Kelila provinsi tersebut adalah Riau (1/3/2016 hingga 30/11/2016), Jambi (27/7/2016 hingga 14/10/2016), Sumatera Selatan (7/3/2016 hingga 30/11/2016), Kalimantan Barat (1/6/2016 hingga 1/9/2016), dan Kalimantan Tengah (1/7/2016 hingga 8/10/2016). Sedangkan provinsi lain yang langganan karhutla seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Sumatera Utara hingga saat ini belum ada penetapan siaga darurat karhutla oleh gubernurnya.

Selain karena kondisi lahan gambut yang berpotensi menahan titik api, juga dipicu oleh oknum yang masih mementingkan kepentingan sepihak, oknum ini membuka lahan secara ilegal tanpa memperhatikan dampak negatif menyebarnya api ke jangkauan lahan. Pembakaran ilegal inilah yang sampai saat ini masih menjadi tanda tanya, bagiamana peran pihak berwenang.

Buruknya dampak kebakaran yang terjadi bahkan tidak terkendali sampai menyebar ke sekitar hutan, rawa gambut dan berbagai lahan pertanian. Kendati demikian, para pemilik perkebunan dan petani mulai melakukan pembakaran baru untuk memperoleh keuntungan dari berbagai kondisi kekeringan yang hebat. Ini menyebabkan kabut bertambah tebal dan kemudian menyebar, sehingga banyak terjadi gangguan kesehatan dan berbagai gangguan transportasi di seluruh wilayah.

Strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dilakukan melalui lima operasi yaitu operasi pemadaman di darat, operasi pemadaman dari udara, operasi penegakan hukum, perawatan dan pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok masyarakat. Ribuan personil gabungan dari TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni KLHK, BPBD, Damkar, SKPD, Masyarakat Peduli Api relawan ters melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla. BNPB dalam kondisi darurat menyiagakan 16 helikopter water bombing dan patroli, 2 pesawat water bombing dan 8 pesawat hujan buatan.

Sumber BNPB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *