Renungan 11 Tahun Tsunami Aceh, Tiga Nilai Hikmah Untuk Masyarakat Aceh

By | 28/12/2015

hikmah-tsunami-aceh

Bulan Desember tahun 2015 ini sekali lagi menjadi pengingat sebuah bencana besar yang menghantam tanah rencong Aceh Darussalam. 11 tahun silam, di Minggu pagi, 26 Desember tahun 2004, guncangan gempa terlama dan ketiga terbesar dalam sejarah bencana modern mengagetkan masyarakat Aceh. Beberapa menit kemudian, air laut surut hingga belasan meter. Hingga akhirnya air laut berbalik kembali ke daratan dengan kecepatan dan kekuatan yang tak bisa dibendung. Ombak setinggi 30 meter pun menyapu bersih kota-kota di pesisir Aceh. Sebuah bencana terburuk dalam berabad terakhir menjadi cobaan yang begitu berat bagi masyarakat Aceh. Lebih dari 160 ribu jiwa warga Aceh meregang nyawa karena kedahsyatan bencana tsunami 11 tahun silam.

Namun, kini Aceh sudah bangkit kembali. Hampir 100% infrastruktur Aceh telah kembali ke kondisi semula. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi pembangunan kembali Kota pasca dihantam bencana tsunami dahsyat.

Bulan Desember kembali berulang, di tahun 2015 ini, masyarakat Aceh memperingati 11 tahun bencana tsunami dengan renungan dan doa penuh makna bagi ratusan ribu keluarga yang wafat di hari naas itu. Peringatan 11 tahun tsunami tahun ini mengambil tema “Memajukan Negeri Membangun Masyarakat Siaga Bencana”.

Peringatan 11 tahun tsunami Aceh pun tak berakhir begitu saja dengan berkumpul, mengenang, bernostalgia, dan mengucap doa. Namun ada perenungan hikmah yang bisa didapat dari bencana tsunami 11 tahun silam. Berikut adalah 3 hikmah yang bisa dipetik dari tragedi tsunami Aceh:

  1. Nilai refleksi

Peringatan tsunami yang selalu digelar setiap tahunnya adalah momentum bagi warga Aceh untuk selalu mengingat kejadian masa lalu yang pernah membawa kesedihan luarbiasa bagi masyarakat dunia, khususnya masyarakat Aceh.

  1. Nilai refleksi

Masih teringat betul bagaimana perhatian masyarakat dunia yang begitu global dan begitu peduli untuk menghapus kesedihan warga Aceh. Apalagi, pembangunan kembali Aceh pasca bencana disebut-sebut sebagai pembangunan kota yang tercepat sepanjang sejarah. Tak butuh waktu lama bagi Aceh untuk membangun kembali kotanya yang hancur dihantam tsunami. Peringatan tsunami menjadi refleksi penting untuk selalu mengingat dan mengenang kembali keikhlasan, dukungan dan solidaritas yang pernah diberikan masyarakat global

  1. Nilai mitigasi

Poin terakhir yang tak bisa dilupakan dan harus selalu dikenang sebagai hikmah dari bencana tsunami adalah nilai mitigasi. Karena kehancuran yang begitu masif dari bencana tsunami 11 tahun silam, masyarakat dunia terlebih masyarakat Aceh sadar akan dampak mematikan jika tak sedari dini mempelsajari risiko akan bencana. Mempelajari karakteristik bencana dan membangun kesadaran dan kewaspadaan diri menuju budaya siaga bencana menjadi sebuah keniscayaan dalam upaya mengurangi segala risiko bencana yang ditimbulkan. (cal)

Baca: Penyebab dan Dampak Bencana Tsunami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *