Proses dan Tanda Terjadi La Nina di Indonesia

By | 08/07/2016

Tanda-La-Nina

Isu isunya di pertengahan tahun 2016 hingga akhir tahun, Fenomena La Nina muncul di Indonesia. Ini memang benar adanya, beberapa tanda-tanda La Nina di Indonesia sudah jelas. Sebelum melihat tanda-tandanya, bahwa pengertian La Nina terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan timur garis khatulistiwa, di sekitar laut Pasifik.

Proses Terjadinya La Nina
Pada saat terjadi La Nina angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudra Pasifik menguat ( Sirkulasi Walker bergeser ke arah Barat ). Sehingga massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke arah Pasifik Barat. Akibatnya massa air dingin di Pasifik Timur bergerak ke atas dan menggantikan massa air hangat yang berpindah tersebut, hal ini biasa disebut upwelling. Dengan pergantian massa air itulah suhu permukaan laut mengalami penurunan dari nilai normalnya.

Tanda-Tanda La Nina

Hujan deras terjadi tiba-tiba pada saat bulan-bulan yang seharusnya musim kemaru di Indonesia. Ini sesuai dengan proses terjadinya La Nina diatas. Pada umumnya orang-orang sudah mengira tak ada hujan deras karena umumnya sudah musim kemarau.

Banjir mendadak adalah potensi terburuk akibat La Nina di Indonesia adalah hujan deras tiada henti yang memicu bencana banjir di kota-kota langganan banjir. Petugas dan maysrakat tidak sadar akan adanya hujan dengan curah yang tinggi. Terjadinya banjir dan longsor di Jawa Tengah pada Juni 2016 lalu bukti nyata akibat La Nina

Ketika masuk dalam fase fenomena La Nina, maka Curah hujan di sebagian wilayah Indonesia meningkat signifikan, atmosfer di atas Indonesia dipenuhi pun oleh awan hujan setiap harinya. Meskipun seharusnya sudah musim panas, tetapi bisa setiap saat cuaca mendung seharian dan curah hujan tinggi.

Intinya adalah La Nina adalah Indonesia bagaikan musim hujan sepanjang tahun, karena tidak dapat dipastikan hujan bisa turun deras kapan saja. La Nina di Indonesia jika sesuai dengan perkiraan akan terjadi di antara bulan Juli sampai dengan bulan September mendatang. Kesimpulan ini dirilis oleh Kepala BMKG Andi Eka Sakya di Manado, pekan lalu.

Harapannya masyarakat yang tinggal di kawasan berisiko bencana, wajib waspada akan dampak La Nina bisa memicu banjir dan tanah longsor kapan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *