Pria ini Nekat ke Indonesia demi Membantu Nasib Rohingya di Aceh

By | 27/08/2015

Faqieh Othman dari Maroko

Sudah hampir melewati 3 bulan sejak pertama kali ribuan saudara Rohingya yang dicap sebagai manusia kapal merapat ke perairan Indonesia. Selama 3 bulan terakhir inilah kisah mereka kemudian bergulir bersama keseharian warga Nangroe Aceh Darussalam.

Bersamaan dengan itu, kehidupan Rohingnya di Aceh pun banyak disorot oleh media dunia. Tersebar melewati sela-sela kecepatan media sosial dan internet. Hingga akhirnya berkali-kali menjadi perbincangan hangat di ruang publik internasional. Terlebih ketika aksi nyata masyarakat Indonesia makin diapresiasi pasca pendirian sebuah shelter terintegrasi bernama Integrated Community Shelter Rohingya (ICS Rohingya) yang berdiri megah dengan fasilitas sangat lengkap untuk memperbaiki kualitas kehidupan pengungsi Rohingya di Aceh.

Berangkat dari berbagai kabar Rohingya di Aceh itulah, seorang pria asal Maroko, Faqieh Othman untuk pertama kalinya menginjakkan tanah Indonesia. Ia datang bukan dengan niatan berlibur apalagi berlagak selayaknya traveller nekat. Tujuannya hanya satu, yaitu melihat lebih dekat dan membantu nasib Rohingya di Aceh.

Othman, begitu Ia disapa, menyebut ribuan saudara Rohingya di Aceh dengan sebutan “my moslem brothers.”. Melalui berbagai media internasional, termasuk laman internet act.id versi bahasa Inggris, Othman mengaku terus mengikuti sejauh mana perkembangan nasib etnis paling teraniaya di dunia itu.

Dengan sejumlah uang yang berhasil Ia kumpulkan selama bekerja selama satu tahun sebagai seorang Pekerja Insinyur di negeri Perancis, Othman memutuskan untuk meninggalkan sejenak semua rutinitas dan pekerjaannya yang sudah sangat nyaman di benua Eropa dan nekat melakukan perjalanan kemanusiaan pertama kali dalam hidupnya untuk menengok saudara sesama muslimnya di Indonesia. Ia mengaku tak ada yang bisa menggerakkan hatinya hingga sejauh ini jika bukan karena rasa iba dan kepedulian tinggi terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia.

Othman betul-betul datang dengan seorang diri, Ia sama sekali buta dengan Indonesia, bahkan sebelumnya Ia tak pernah mengenal dan mengetahui lebih jauh tentang Indonesia. Terlebih ketika Ia pertama kali mendarat di Bandara Soekarno Hatta Jakarta Ia tak punya koneksi di Jakarta. Padahal lokasi pengungsi Rohingya masih sangat jauh dari Ibukota.

Namun berkat bantuan teknologi yang sudah semakin canggih, Othman terus mencari beragam informasi tentang keberadaan Rohingya di Aceh dan bagaimana cara menggapainya dari Jakarta. Akhirnya, Ia pun berhasil tiba ke lokasi pengungsi Rohingya di Kuala Langsa (Kota Langsa), Birem Bayeun (Aceh Timur), dan akhirnya menyempatkan untuk menginap satu malam di kompleks Integrated Community Shellter (ICS) Rohingya di Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Aceh Utara.

Othman berkisah, Ia banyak bertanya dimana lokasi pengungsi Rohingya di Indonesia, saat keluar dari pesawat di Jakarta Ia bertanya di mana Langsa? Di mana Aceh? lalu Ia berinisiatif menelepon ke kontak ACT yang tersedia di laman act.id, dari koneksi itulah Othman kemudian diberikan nomor relawan ACT di Jakarta.

Kamudian Othman akhirnya terbang ke Medan, dilanjutkan dengan naik bus ke Langsa, dan diantar seorang relawan ACT untuk menengok relawan di Langsa dan Aceh Timur.

Setelah menyempatkan satu malam tidur bersama saudara Rohingya di ICS, Pria asal Polizzaro, Maroko ini berniat untuk memberikan laporan kunjungannya kepada lembaga kemanusiaan yang ada di Maroko untuk menggalang dana membantu Rohingya di Aceh via Aksi Cepat Tanggap.

Satu ucapan Othman mengomentari megah dan kokohnya ICS, “You have been doing a good job.” ucapnya sambil mengacungkan kedua jempolnya.

(CAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *