Prediksi UNICEF: 2016 Kelaparan Masih akan Terjadi di Afrika

By | 20/01/2016

Senior University Photographer

Tahun 2015 telah berganti, pergantian tahun sudah seharusnya menjadi titik balik yang baik. Apalagi bagi sebuah negara, pergantian tahun setidaknya bisa menjadi tolak ukur sejauh mana perkembangan kekuatan ekonomi dan kesejahteraan warganya dapat diukur. Namun perkembangan baik di masa pergantian tahun kemungkinan masih tak berlaku bagi negara-negara miskin di Afrika.

Selama bepuluh tahun silam, ketika belahan dunia Eropa, Asia dan Amerika berkembang makin menakjubkan. Sementara itu di Afrika kemiskinan dan kelaparan masih menjadi penderitaan tak berujung. Bahkan di tahun 2016 ini, diprediksi kasus kelaparan atau malnutrisi atau gizi buruk masih akan membayangi negara-negara miskin di Afrika.

Seperti yang dilansir National Geographic, UNICEF ( U.N. Children’s Fund) memprediksi bahwa negara-negara di Afrika sebelah timur dan Afrika sebelah selatan masih akan menghadapi gejolak kelaparan dan penyakit yang menerpa jutaan jiwa anak-anak akibat kasus gizi buruk.

Bahkan UNICEF memperingatkan bencana alam yang diakibatkan oleh anomali cuaca di tahun 2016 bisa jadi akan semakin memperburuk kondisi kelaparan dan risiko gizi buruk.

Tahun 2015 lalu, UNICEF menyimpulkan hitungannya terhadap penderitaan kasus kelaparan di Ethiopia, sedikitnya ada 10 juta orang di Ethiopia yang mengalami kasus gizi buruk dan kelaparan. Di tahun 2016 ini, UNICEF memprediksi akan terjadi lonjakan lebih besar kasus kelaparan di Ethiopia, setidaknya jumlah warga Ethiopia saja yang mengalami kelaparan akan meningkat mencapai 15 juta orang. Dari jumlah itu, 350 ribu jiwa di antara adalah anak-anak yang membutuhkan bantuan medis dan bantuan makanan bergizi jauh lebih banyak ketimbang gizi untuk orang dewasa.

Selain Ethiopia, kasus kelaparan dan gizi buruk di tahun 2016 pun diprediksi akan mendera negara Somalia. Negeri Muslim yang sekian tahun terakhir terjebak dalam konflik internal. Di Somalia diperkirakan akan terjadi darurat makanan sekitar 855.000 jiwa. Sedangkan di Zimbabwe, darurat kelaparan dan gizi buruk akan menerpa 1,5 juta penduduk.

Kasus gizi buruk di Afrika memang menjadi perhatian serius UNICEF untuk tahun 2016 ini. Sebab, kondisi cuaca buruk akibat perubahan iklim diperkirakan memiliki intensitas lebih kejam di tahun ini. Musim kemarau berkepanjangan bahkan banjir bandang diperparah oleh ekonomi yang jalan ditempat akan jadi masalah fatal bagi negara-negara miskin di Afrika.

Dampak yang paling buruk dari kasus kelaparan dan gizi buruk akan menyerang golongan paling rentan, yakni anak-anak berusia di bawah 5 tahun. (cal)

img: Senior University Photographer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *