Potret Kemiskinan Afrika: Lebih Banyak yang Punya Ponsel Ketimbang Air Bersih

By | 22/01/2016

Kemiskinan Afrika

Sudah bukan lagi rahasia publik bahwa mayoritas negara-negara Afrika hidup dalam rutinitas kemiskinan yang mencekam. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin di Afrika begitu parah terjadi tanpa ada perubahan menuju kondisi yang lebih positif. Ketika negara-negara di Asia, Australia, Eropa dan Amerika berkembang pesat dengan ekonomi yang bertumbuh, kemiskinan di Afrika masih menjadi momok menakutkan. Ratusan juta jiwa terancam dalam penyakit mematikan, gizi buruk, dan sulitnya mendapatkan air bersih.

Catatan terbaru di akhir tahun 2015 lalu, kondisi El Nino yang menghantam anomali cuaca di seluruh dunia telah membawa kondisi yang semakin buruk di Afrika. Kemiskinan dan gizi buruk menjadi semakin parah ketika kemarau panjang dan suhu tinggi tak bisa menghilang sejak pagi hingga malam hari.

Bahkan dilansir dari laman CNN, di Afrika hanya tak sampai satu orang dari tiga orang yang memiliki akses sistem air bersih yang baik. Aliran air di Afrika begitu mahal harganya, sampai-sampai hanya 63 persen masyarakat di Afrika yang memiliki akses terhadap air bersih, namun uniknya sebanyak 93 persennya memiliki akses terhadap telepon seluler (ponsel)!

Kenyataan ini dikutip CNN dari hasil penelitian lembaga independen Afrobarometer. Mereka melakukan penghitungan secara menyeluruh tentang kondisi kemiskinan di Afrika dilihat dari sejauh mana akses masyarakat Afrika terhadap kebutuhan dasar, seprti air, sistem toilet, listrik dan akses transportasi yang layak. Afrobarometer menghitung selama tahun 2014 sampai tahun 2015 di 35 negara di Afrika, dengan jumlah responden mencapai 50 ribu jiwa.

Winni Mitullah, seorang periset utama dari penelitian itu mengatakan pada CNN bahwa warga Afrika saat ini dapat dengan mudah menggunakan ponsel yang mereka miliki dengan harga murah, namun sementara itu mereka tak bisa mendapatkan fasilitas lampu, dan keran air yang mengalirkan air bersih, apalagi menggunakan fasilitas toilet pribadi. Bahkan kemungkinan besar sembari memainkan ponselnya, warga afrika tetap kelaparan dan berada pada kondisi kesehatan yang buruk.

Kesimpulan dari penelitian tentang kemiskinan Afrika itu mengungkap bahwa selama tahun 2014-2015 hanya 65 persen warga Afrika yang memiliki akses listrik, 54 persen warga memiliki akses jalan, dan 30 persen saja yang memiliki akses terhadap toilet yang layak.

Bahkan ketimpangan antara si kaya di daerah perkotaan dan si miskin di daerah pedesaan begitu sangat terasa di beberapa negara afrika yang selama bertahun-tahun terjebak dalam kemiskinan parah, seperti di Zimbabwe, Afrika Tengah, Burundi, Liberia, Malawi, Niger, Sierra Leone, Tanzania, dan Somalia. (cal)

img: women2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *