Potensi Kebakaran Hutan Kalimantan: 6 Titik Panas Terdeteksi di Kotawaringin Timur

By | 09/05/2016

kebakaran hutan Kalimantan

Setelah bencana banjir usai menerjang di musim hujan tahun 2016, kini beberapa wilayah di Indonesia sudah harus mulai bersiap dengan potensi bencana lainnya yang juga rutin terjadi: kebakaran hutan. Seiring dengan mulai masuknya periode musim kemarau di awal bulan Mei ini, potensi kebakaran hutan diprediksi akan meningkat signifikan.

Seperti yang mulai terjadi di beberapa titik hutan Kalimantan, Kantor Berita Antara mengabarkan, dari hutan Sampit, di Kalimantan Tengah telah terdeteksi enam titik panas baru. Titik panas yang diduga sebagai kebakaran hutan ini terdeteksi oleh satelit BMKG di dalam wilayah hutan yang dikelola oleh Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mendeteksi titik panas ini pada hari Minggu 8 Mei kemarin. Sampai dengan hari ini, beberapa pihak terkait di Kalimantan Tengah diharapkan harus mulai mewaspadai munculkan potensi kebakaran hutan di Kalimantan. Mengulang kembali kejadian kebakaran hutan hebat seperti tahun 2015 lalu.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Haji Asan Sampit mengatakan, munculnya kembali titik kebakaran hutan di Kalimantan Tengah ini menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengerti atau belum paham seutuhnya larangan pemerintah untuk tidak membakar lahan atau membakar hutan untuk membuka lahan.

Pantauan satelit BMKG Sampit menunjukkan, titik panas yang diduga kebakaran hutan ini terdeteksi masing-masing satu titik di Kecamatan Antang Kalang, Cempaga Hulu dan Telawang. Kemudian tiga titik berikutnya terdeteksi di Kotabesi. Setelah dilakukan pengecekan langsung oleh petugas terkait, memang terjadi kebakaran hutan di titik panas yang terdeteksi satelit tersebut.

Sampai dengan tulisan ini diturunkan, upaya memadamkan kebakaran hutan masih diupayakan. Melibatkan belasan orang terdiri dari anggota TNI, Polri, pegawai kecamatan, Manggala Agni dan tim serbu api. Lokasi titik kebakaran hutan di Sampit, Kalimantan Tengah ini berada di titik terpencil yang sulit ditembus. Bahkan butuh waktu sampai dengan 3 jam melalui jalur sungai untuk mencapai titik kebakaran hutan. Jaraknya sekitar 40 kilometer dari pemukiman warga, masuk ke tengah hutan.

Kabar buruk lagi, selain di Kabupaten Kotawaringin Timur, titik panas kebakaran hutan lainnya juga terdeteksi di sejumlah Kabupaten lain di Kalimantan Tengah. Titik panas ini masing-masing dua titik di Kabupaten Barito Selatan, Kapuas, Katingan dan Kota Palangka Raya, serta satu titik di Kabupaten Barito Utara. (cal)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *